Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

SEBARIS CERITA TENTANG SEBUAH PERASAAN

Hatiku selalu tergelitik melihat tumpukan kertas kosong. Biasanya, aku langsung memenuhinya dengan tulisan atau gambarku. Aku selalu menumpahkan isi otak dan hatiku diatasnya. Sekarang aku tidak bisa melakukannya. Bukan karena sibuk, waktuku sangat luang untuk sekedar bermalas-malasan, menonton televisi, menghabiskan cemilan, atau bukan juga karena malas, sungguh niatku sangat besar untuk melakukan itu. Aku cacat sekarang, tangan kanan ku, entah seperti apa kalian menyebutnya sekarang. Aku sangat membenci keadaan ini. Saat ini aku sedang kalut entah jatuh cinta atau patah hati. Bagaimana tidak, acap kali aku jatuh cinta, aku di todong oleh perasaan malu dan tau diriku. Kali itu memang salahku. Beraninya aku jatuh cinta lagi dengan orang lama. Seseorang yang pernah berkali - kali mengusik hatiku. Pertahananku runtuh ketika dia mulai meyakinkan jika dia sanggup menerimaku apa adanya. Itu yang aku cari. Mau apa lagi ? kemudian egoku mulai terkikis dan aku mulai jatuh cinta. ...

JULIANA THASYA, CANTIK DAN BERBAKAT

Gambar
Berbakat, satu kata yang dapat menggambarkan gadis cantik kelahiran kota lumpia 17 Juli 1999. Gadis bernama lengkap Fritasya Rizkyana Julia Novanti yang akrab di sapa Thasya itu sekarang sedang duduk di bangku kelas 10 SMK MUHAMMADDIYAH 1. Thasya yang supel ternyata memiliki bakat di bidang foto model. Tubuhnya yang ideal untuk gadis seusianya membuat Thasya mahir berpose di depan kamera. Thasya mengaku lumayan canggung berpose di depan kamera. " Lumayan canggung sih, soalnya nggak pede dengan bentuk tubuh" ujarnya sambil memainkan ponsel. Bagi Thasya, betisnya yang menurutnya besar sedikit mengganggu penampilannya. " ngga tau ya... hobi aja yaa eksis di depan kamera" Jawabnya ketika di tanya mengapa ia begitu suka di foto. Thasya memiliki cita - cita ingin menjadi model dan pramugari, ia sangat berharap ada agency yang mau merekrutnya. Banyak komentar yang di lontarkan oleh teman - teman Thasya sehingga ia semakin pede memposting foto - fotonya di me...

WRONG MAN IN A WRONG TIME

Banyak hal yang terjadi pada hidupku ketika Tuhan tak banyak memberikan pilihan untuk aku melanjutkannya. Aku tau betul perasaanku mudah goyah. Seperti saat itu. Saat dia datang untuk masuk kembali kedalam hidupku. Ada lubang besar di rongga hatiku sehingga sangat mudah baginya untuk masuk kembali dan menguasai setiap relungnya. Benar. Aku jatuh cinta. Aku mengabaikan hati kecilku yang menjerit - jerit mengatakan dia pria yang salah. Aku tahu betul apa yang akan terjadi, namun aku membiarkan perasaan ini mengalir. Aku terbuai dalam setiap kalimatnya. Padahal aku tau, aku sedang terjun kedalam lubang yang sama 4 tahun silam. Aku percaya saja dengan semua janji yang ia tulis, mudah menasehati orang lain untuk tidak percaya dengan janji pria. Tapi kini aku tenggelam di dalamnya. Dengan kondisiku yang sedang benar - benar butuh sandaran, ia datang. Bagai oase di padang gurunku yang kekeringan. Akupun tanpa sadar mengiyakan syarat yang ia lantunkan. Mati - matian aku menguran...

THE DIE STAR

Bintang, yang setiap malam bergantung pada langit, yang bentuknya serupa dengan bumi, memancarkan kelap - kelip yang benderang bak permata yang di taburkan pada layar hitam itu ternyata bisa mati. Aku baru tahu. Tapi bintang tidak mati sia - sia. Mereka mati setelah memuaskan pandangan - pandangan manusia untuk mengusir suntuk, menemani beberapa orang yang sedang galau, bahkan menjadi saksi cinta beberapa glintir manusia. Sambil menggoreskan pensil di atas kertas gambar, aku membelai - belai rambutku sendiri yang setahun lalu menipis karena rontok. Sambil memandangi langit yang berkilauan, aku memainkan rambutku yang berangsur tumbuh. Aku terbawa dalam kenangan masa lalu. Kenangan yang memperkenalkanku pada bintang, yang cahayanya terus menyala dalam hatiku. Bintang paling terang yang menyinari hidupku.  Pagi itu, bagai badai menyentuh bumi aku terkejut dan tidak percaya. Ternyata rasa sakit yang aneh di perut sebelah kananku adalah kanker. Aku divonis menderita kanker ha...

AKU SUKA HARI INI

Aku suka hari ini, hari dimana tubuhku bau rokok yang tidak ku hisap sendiri. Aku suka ketika mata lelahku terbuka meladeni guyonan mereka, aku suka ketika tiada batas yang membedakan aku dan mereka. Aku suka membahas masalah remeh yang jauh dari pelik dan kerumitan. Aku suka ketika melihat mulut - mulut terbuka karena bahagia. Sorot mata hangat yang saling memiliki namun tidak mengikat.  Jika jutaan pasang mata menganggap bergaul dengan laki - laki adalah tabu, dengan lantang kalian akan ku teriaki KOLOT!  Laki - laki memiliki jiwa bebas, mengajarkan  bagaimana seharusnya menikmati hidup. Mereka juga pemikir yang baik, terlihat bagaimana mereka mengerutkan kening di tengah pembicaraan. Catat itu ! Aku suka hari ini, hari dimana bergelas - gelas minuman aku tuangkan untuk menahan mereka tidak cepat pergi. Aku suka melihat nyala pelita dalam diri mereka. Dengan gagah mereka tertawakan dunia beserta hingar bingarnya. Aku kagum dengan kesombongan - kesombongan kec...

SETAHUN YANG LALU

Aku menyeduh kopi lalu masuk kembali ke dalam kamar, ku nyalakan kipas angin dan perangkat komputerku yang mulai rewel. Aku mengklik aplikasi pemutar lagu untuk mendengarkan lagu - lagu kesukaanku. November Rain milik Guns and roses yang pertama di putar. Aku menarik napas yang dalam dan berat. Lagu itu menenggelamkan aku kedalam sebuah kenangan. Kenangan yang membuat beberapa butir air mata menggenangi pelupuknya. Kenangan yang membuat jemariku tanpa sadar menari di atas tuts - tuts keyboard. Kenangan yang membuat aku lupa dengan secangkir kopiku. Kenangan itu datang secara otomatis ketika lagu November Rain meraung - raung di telinga. Setahun yang lalu, di bulan November tahun 2013.  Masih hangat di dalam otak ini, aku adalah seorang gadis yang begitu beruntung. Sifatku yang hangat, wajahku yang tidak terlalu jelek, prinsip - prinsip yang aku bangun, juga pekerjaanku yang mentereng membuat beberapa orang iri. Aku juga punya kisah cinta yang menarik. Aku menjual kehidupanku pada ...

Rasanya Di Bully

Aku bukan orang yang pendendam, bukan sama sekali. Aku cenderung pemaaf dan melupakan segala yang terjadi. Padahal aku scorpio loh . Aku juga bukan tipe orang yang mudah tersinggung. Meskipun sering di ejek dengan kata - kata yang kurang mengenakkan, khususnya buat perempuan. Tapi alam bawah sadarku ternyata masih merekam kuat memory yang tidak mengenakkan beberapa tahun silam. Aku pernah di Bully. Sejak SD hingga SMP. Di hadapan semua orang, kami terlihat seperti sahabat. Padahal, di balik itu semua, aku di perbudak. Uang jajanku di rampas dan aku sering di sakiti secara fisik. Pelakunya adalah satu orang. Kebetulan, dia masuk di sekolah yang sama saat SMP. Memang, aku tidak pernah memasukkannya dalam hati dan aku betul - betul menganggapnya sebagai sahabat. Tapi trauma yang di sisakannya membekas cukup dalam di alam bawah sadarku. Aku tidak pernah merasakan kecewa, sakit hati atau apapun ketika bertemu dengannya. Sampai saat ini hubungan kami pun baik - baik saja. Tapi sering kali ...

Berbicara Dengan Hati

Berbicara dengan hati tidak semudah mengobrol biasa, membahas tema - tema mindstream. Berbicara dengan hati juga tidak semua orang bisa lakukan. Hanya orang - orang berperasaan peka yang cukup tinggi yang bisa melakukannya. Kebanyakan dari kita kurang peka dan asal nyeplos tanpa perduli apa yang orang lain rasakan. Namun kita sekarang telah di kuasai rasa KEPO yang mendarah daging. Sebenarnya kita tidak perlu tau, orang lain sedang melakukan apa, apa pencapaian mereka, latar belakang dan tujuan hidupnya. Namun lagi - lagi KEPO sudah merajai hati bahkan seperti tren yang mewabah. Hal itu masih kita tambahi dengan membubuhkan komentar - komentar tidak perlu yang membuat orang lain risih. Tidak dapat di pungkiri, aku juga sering melakukannya tanpa sengaja. Manusiawi ya memang. Biasanya, orang - orang peka jauh lebih di segani, cara berbicaranya yang pake hati dan sifatnya yang jauh dari sombong membuat lawan bicaranya takhluk. Aku pernah menemui beberapa orang peka seperti itu da...

ESPRESSO MACCHIATO

Pagi ini aku terburu - buru sekali. Kuliah dimulai tiga menit lagi, aku berlarian mengejar angkutan umum. Aduh ... makin laper karena belum sarapan dan makin bau karena belum mandi. Komplit ! Sampailah aku di gerbang kampus. Sekarang bonusnya aku harus berlarian di sepanjang koridor menuju kelas. Napas yang masih on off on off terpaksa ku abaikan. Di depan kelas, adrenaline ini pun belum bisa beristirahat karena dosen paling killer sepanjang sejarah kehidupan manusia sudah bertengger cantik di ruangan. Akhirnya dengan terpaksa aku berjalan mengendap - ngendap ketika bu Mia sedang menulis di White board. Sedikit lagi aku sampai di bangkuku. " Ellen ! " Tanpa berbalik badan bu Mia memanggilku. Sekujur tubuhku menjadi kaku. Masih dalam posisi berdiri bu Mia berjalan mendekatiku. Mampus ! Bu Mia selain galak perempuan flamboyan itu perfeksionis dan detail. " Bagus kamu ya ! Udah telat, nggak mandi, belum sarapan lagi !" Tuh kan ! tanpa di beri tahu bu Mia sudah b...