Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Surat Cinta Untuk Calon Istriku

Nemu postingan lama di facebook. Entah dari mana awalnya muncul surat ini, yang pasti aku dapat dari seorang teman dan aku masih menangis haru ketika membaca postingan ini. Check This out Teruntuk,  Wanita yang paling kucintai setelah ibu  Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku  hanya berharap esok hari saat dimana kau kecup punggung  tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para  saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu,  sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku  sampai Izrail menghampiri kita.  Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini  jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat  paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat  aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita  sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu  untuk menjadi istri...

Fire Up For Success (Quit Bad Habbits without a therapist)

Aloha, Siapa orangnya yang tidak mau sukses ? Pasti mau semua deh. Sukses yang aku maksud dalam segala aspek kehidupan yaa. Tapi ternyata, Sukses itu membutuhkan kebiasaan. Jadi hari ini, aku mengikuti seminar yang bertujuan untuk membangun motivasi untuk berubah atau lepas dari kebiasaan buruk. Siapa yang ngga punya kebiasaan buruk sih ? Hayo... jangan ngga ngaku ya ! Seminar yang di bawakan oleh Bapak Hengky Irawan ini bertema  Fire Up For Success (Quit Bad Habbits without a therapist). Jadi dari temanya kita semua minimal sudah bisa menebak apa yang akan di ulas dari postinganku hari ini ya? Kebiasaan Buruk  Siapa yang ngga mau lepas dari kebiasaan buruk ? Tanpa kita sadari, ternyata hal  yang di lakukkan berulang dapat menjadi kebiasaan kemudian otak mengeluarkan kegiatan tersebut dari daftar kerjanya dan menyerahkan kegiatan tersebut pada seluruh organ tubuh sehingga organ tubuh seperti sudah terlatih melakukan kegiatan tersebut. Kalau hal yang di lakuk...

Rindu & Secangkir Good Day Carebian Nut

Selamat Pagi Hatimu, Ku tuangkan rinduku pada secangkir Good Day Carebian Nut hangat pagi ini. Agar tenang hatiku dan nyaman perutku. Apa kabar ? bagaimana hati dan rindumu ? akankah mereka berterbangan menghampiriku ? seperti anak - anak dandelion yang riang di tiup angin.  Bagiku, kau seperti Good Day Carebian Nut hangat. Tanpanya, pagiku tak resmi dimulai. Rinduku tak tertuang, kantong senyumku tak terisi. Hampalah kemudian hariku. Kau boleh menganggapku teh, kopi, Sirop, atau bahkan milo. Pokoknya yang tanpanya, harimu tak sempurna. Bagaimana angin hari ini ? Riuh kah ? karena aku ingin menerbangkan rindu ini dari hati. Agar mereka bebas mencarimu, memelukmu hingga bisu. Ingin ku lepaskan sepi ini pada setiap teguk Good Day Carebian Nut dari cangkirku, Mengapa Good Day Carebian Nut ku bilang? Karena dia manis seperti senyummu, gurih seperti tawamu dan hangat seperti pelukmu.  Kau tau, pikiranku terus meracau rindu. Semoga hatimu juga begitu. Lekas...

Memulai Hidup Baru dan Tahun Keberuntungan

Aku bukan orang yang percaya dengan zodiak atau shio, hanya suka menyimaknya sekilas, sembari tersenyum ketika ada kalimat yang sama seperti nasibku. Ku sebut 2013 lalu tahun sial. Sampai saat ini, aku dan bapakku masih sering memutar lagu November Rain milik Guns And Roses untuk mengenang kesialan bertubi yang ku alami di bulan November 2013.  Mari kita ampuni tahun itu, Barang kali ia hanya ingin menorehkan cerita tentang sebuah kekuatan. Tahun ini 2015, ku sebut tahun keberuntungan. Keberuntungan di mulai ketika aku memberanikan diri untuk keluar dari zona nyamanku. Zona jomblo bahagia. Tak ku sangka ada banyak orang yang mau menerimaku sebagai teman hidupnya. Namun cinta tetaplah cinta. Ia hanya mau labuh pada satu hati. Dialah orangnya. Yang di pilih hatiku. Tak begitu sempurna, namun dia istimewa. Kemudian kami memutuskan membagi hidup kami. Sekarang cerita kami sudah memasuki bulan ketiga. Masih mentah untuk disebut sebuah hubungan. Tapi harapan kami mengalir men...

Rumah

Jika Nisa ingin punya Rumah , aku justru ingin menjadi rumah. Rumah untuk seseorang yang ku cintai. Menjadi tempat hatinya pulang dari segala pengelanaan yang melelahkan. Tempatnya mengadu segala keluh dan menyandarkan segala penat. Pintuku akan selalu terbuka untuknya. Menerima dengan lapang segala pedih dan rianya. Aku ingin selalu di tuju ketika rindu hangatnya pelukan dalam secangkir kopi panas yang dapat di nikmati setiap pagi. Akan selalu ku sajikan sepiring cinta ketika ia sibuk menyaksikan bingar dunia yang mengitarinya. Aku ingin, sejauh apa kakinya melangkah pergi, ketika hatinya berpikir untuk pulang, dalam pikirannya, rumah adalah aku. Tak ku janjikan lapang atau sejuk di dalamnya. Hanya ku tawarkan kasih yang akan membuatnya nyaman. Semoga pemilik rumah di hatiku adalah kau, orang yang selalu ku tunggu segala perginya, selalu ku rindu segala ketiadaannya, selalu ku nanti segala kembalinya. Pulanglah, jadikan aku rumahmu, tempat pertama dimana kau bersyukur ata...

Ego

Aku sering berbicara tentangmu pada sepasang mata, Mata itu milikku. Karena sumpah mati aku tak rela, Bila ku dengar yang lain sebut namamu Ku akui saja, cemburu nyaris membunuhku. Begitu banyak hati di tawarkan padamu. Aku bilang pada hatiku Bila aku tangguh, Tiada yang dapat merenggut senyummu. Ingin sekali ku halau hujan, Sembari memaki awan. Karena mereka dengan lancangnya menyentuhmu Tapi tak ku biarkan ego membutakanku Aku ingin menggenggamu erat, karena tanpamu, kelabu pekat Nafasku sekat. Tapi aku tahu, Hidupmu tak melulu aku. Tak ku ijinkan ego meracuniku.

Aku Menyedihkan

Tuan, Aku surat, Bacalah.. Tuan menggeleng Tuan, Aku angin, Hiruplah, Tuan diam Tuan, Aku cinta, Rengkuhlah.. Tuan meninggalkan

Aku Takut...

Hari ini aku takut... Meskipun aku nampak menguatkan diri, Sejujurnya aku tak yakin Aku tak yakin aku bisa. Aku berharap kau katakan bahwa aku pasti bisa, setidaknya mampu menguatkan. Jujur saja, aku takut aku sangat takut... sampai sesak hatiku rasanya...