Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Surat Rindu

Untukmu, Ku tulis surat rindu paling pilu. Ketika jarak memelukmu, Aku disini mengais serpihan perasaanku. Yang ku balut dengan kelabu dan ku bubuhi segurat waktu paling jemu. Sendiriku, adalah dimana mati nadi - nadiku. yang manakala denyutnya kau bawa dalam ranselmu. meski sudah jejal oleh doa - doaku. Biar saja layu hariku. Tanpamu, air mata menjelma hujan rindu merapal mantra agar semesta memberi temu. Sepasang mata kita beradu, Rengkuh kita menyatu. Surat rindu paling pilu, tertulis didalamnya jeritku. meratap ketiadaanmu. Pulanglah padaku, akan ku jamu dengan senyum paling biru. Jangan kau tunggu hingga rindu menjadi ambigu. dariku,

Sebelum Sayang Datang

Dear Sayang, Sebelum sayang datang, Setahun lalu surat - suratku melayang tanpa tuan. Isinya melulu tentang kesepian. Sebelum sayang datang, Perasaanku ku gamang bersama kesendirian. Cintaku berkelana tanpa tujuan. Sebelum sayang datang, Malamku tanpa bintang yang berkilauan Bagai pelita merindukan kelipan Setelah sayang datang, Hatiku yang berkelana pulang pada pelukan. Tiada lagi sepi yang menyesakkan. Setelah sayang datang, Segala pedih berubah menjadi riang... Terima kasih sayang

Selamat Berjuang

Dear malaikat Tuhan yang menjelma menjadi kamu, Selamat tidur... hihi... lucu sekali melihatmu tidur ditempat kerjaku, menemaniku sembari menunggu waktu makan siang tiba. Ingin ku kecup pipimu seperti saat kita dirumah. Namun sayangnya disini aku tidak sendirian. Lelah ya sayang ? Berjuang sedemikian keras mengurus sidang kuliah beserta pernak perniknya yang aku tidak mengerti jadi tak bisa banyak membantu. Maklum lulusan SMK. Yang ku bisa hanya membenarkan kalimat yang salah, mengatur margin atau format tulisan,  membuatkanmu kopi, menyiapkan makan dan menyuapimu ketika segala urusan melelahkan itu membuatmu lupa pada serangkaian organ dalam tubuhmu. Sini biar ku peluk sebentar. Aku tahu akan ada banyak air mata tumpah ketika wajahmu terbenam dipundakku, karena ku lihat betapa sayu lelah mata dan hatimu. Terus berjuang sayang demi masa depan kita dan pernikahan yang selalu kita impikan. Aku masih disini, teruslah menatap kedepan. Ambil semua kesempatan yang terlihat. Aku akan t...

Tentang Kamu

Sayang, Melalui surat ini, biarkan aku bercerita tentang mengapa aku begitu menggilaimu.  Biarkan mereka membacamu dan mengerti alasanku mencintaimu seperti ini. Malam itu 14 Februari 2016 pukul 23.00, kau menatapku dengan pandanganmu yang tidak pernah serius seperti biasa. " Percaya ngga kalo sumon di naruto itu nyata?" Tanyamu " Nggak lah" " Kalo aku percaya" " Hah ?" " Buktinya tulang rusukku sumon jadi kamu" Aaahhhhh.... Sayang... Aku tersipu. Habis sudah kalimatku. Aku membiru. " Aku memang ngga bisa kayak siapa itu... yang kamu bilang tulisannya indah itu... tapi aku punya cara sendiri. Happy Valentine sayang" lanjutmu sambil mengecup keningku. Jangan terlalu manis padaku dihadapan semua orang. Wanita diluar sana bisa jatuh cinta melihat caramu memperlakukanku. Mari kita kunci pintu dan jendela. Berlaku manislah sepuasnya. Telanjangi aku dengan kalimatmu atau kuliti isi kepalaku dengan debat tentang berbagai...

Cemburu

Dear Sayang, Maaf untuk segala kecemburuanku, dan tentang ketidaknyamananmu. Perlu kau tau, cemburu itu naluri alamiah wanita. Insting untuk menjaga apa yang dimiliki agar tetap disisinya. Pun aku. Aku juga wanita. Kebetulan pula kau temukan aku dengan keadaan yang tak sempurna. Jauh dari wanita diluar sana. Yang fisiknya indah, parasnya cantik dan bisa pakai baju apa saja. Bagaimana aku tidak cemburu ? Sedang beberapa dari mereka menyapamu. Runtuh sudah percaya diriku. Mungkin kau tak akan pernah tau rasanya menjadi berbeda, sehingga cemburuku kau anggap tak pada tempatnya. Tapi tetap salahku, membandingkan diri dengan yang lain. Melukai hatiku sendiri dan berubah sikap padamu. Maafkan aku... Keyakinanku hanya satu, Tuhan mencintaiku melaluimu, Jika suatu saat kau menyakitiku, Pada akhirnya aku tau Tuhan pula sedang cemburu. Sayang... Tuhanpun punya cemburu...

Elegi Emosi

Kepadamu, Ini adalah suratku yang kesekian dibulan merah jambu. Kemana kau semalaman ? Hatiku bermandikan gundah menanti kepulangan. Kemudian pagi ini, Kita bertengkar seperti sepasang belati. Berdenting dan beradu. meneriakkan elegi emosi dan saling melukai. Yang ku butuh hanya pelukan. Untuk meredam segala kecemasan. Yang ku butuh hanya pelukan, untuk meredakan tangisan. Sapu saja mendung dikepalaku. Tak perlu memaki melukai hatiku. Hanya sebuah pelukan, Untuk menjelaskan... dan sebagai jawaban berjuta pertanyaan kebimbangan. Mengerti ?

12 yang ke 9

Untuk pria berjaket bulu berwarna abu. Duduk di sebelahku sedang matanya terpaku bukan padaku. Sembilan bulan sudah sayang, aku menemanimu bersama segala ribetnya kamu dengan COC yang bangke itu. Tapi aku tetap cinta kamu. Meskipun ketika kamu memaki layar handphonemu. Aku suka sekali ketika kamu stress dan serius ketika war sudah dimulai. Aku tetap suka meski tak ada aku dalam sedetikpun dipikiranmu saat itu. Aku senang ketika kamu menunjukanku, barbarian king, wizard, archer dan entah apa lagi namanya. Aku ngga pernah mengerti. Aku gila bisa saja. Nyatanya aku tetap cinta meskipun kamu bilang aku gendut dan sejenisnya. Sembilan bulan sudah sayang, kita berjalan beriringan. Melarutkan segala bosan dan kekecewaan. Menikmati bahagia dan semua jenis perasaan. Masih ada jutaan bulan lagi, yang akan aku habiskan untuk menemanimu COCan. Mungkin sampai tua nanti. Masih ada jutaan bulan lagi, akan aku habiskan untuk perasaan dongkol karena selalu kau bully. Masih ada jutaan bulan lagi,...

JATUH CINTA (YANG KE SEJUTA)

Untukmu, Pria yang tak pernah bosan mengulang kecup pada seraut kening Sayang, entah apa yang kau aduk pada cangkir – cangkir kopi yang diracik semesta. Sedang ketika ku sesap, segala tentangmu yang ku rajut berubah menjadi selembar cerita indah. Pagi ini ku lihat pelangi menari – nari menghibur langitku yang gerimis. Dan aku, sibuk meringkuk di bawah selimut memeluki segenggam perasaan hangat pemberianmu. Lalu badai datang menyapu ruang kosong di kepalaku. Katanya, agar nanti dapat leluasa kau tempati. Sejak lenganmu datang dan menenggelamkan perasaanku, bukan lagi sepi yang riuh berteriak membisingkan hati.  Aku jatuh cinta. Entah berapa jemari yang sanggup menggenapi jumlahnya. Aku jatuh cinta, rasanya sama seperti saat kita pertama jumpa. Melarutkan kopi pada secangkir tawa. Aku jatuh cinta yang ke sejuta kira – kira. Padamu yang tak pernah bosan melingkarkan peluk pada pejam mataku. Aku jatuh cinta, entah berapa juta kali lagi aku akan menikmatinya. ...

Lelah

Kepada Semesta, Mengapa kau begitu lucu ? Membiarkan kepalaku jejal dengan jutaan tanda tanya... Mengapa hidupku, tak semudah yang lain ? Mengapa Lelah ini kau tabur sedemikian hebat ? Mengapa langitku sedemikian mendung ? Mengapa air mataku sedemikian rintik. Aku sesak dihimpit keluh yang tiada terjawab.  Kapan aku menjadi sesempurna yang lain ? Kapan aku berhenti kelelahan ? Kemudian kau hadirkan sebungkus hadiah indah. Sebuah cinta kecil yang menjawab segala keluhku. Terima kasih, Telah menjawab segunung pertanyaan dengan sebuah jawaban Terima kasih untuk tidak membiarkanku, terus berprasangka buruk padamu. Semesta, Kau luar biasa Salam

Pulang

Gambar
Sayang, Aku ingin pulang,  pada sebuah peluk hangat penebus bimbang.  Larut didalamnya hingga pedih tak lagi terasa.  Sayang,  ada selembar dahaga yang ingin kau bubuhi pena bertahta cinta. Sungguh aku ingin pulang sayang,  pada kedua bingkai lenganmu yang siap menopang segala lelahku.  Berbaring hingga waktu mati dengan sendirinya. Seperti yang kau bilang,  dunia tak seramah yang kita tertawakan malam itu.  Ketika aku dan kamu mabuk oleh berbotol botol air mata pilu. Sayang,  aku lelah sudah.  Habis segala kekuatanku. Ijinkan aku untuk hanyut dalam pelukmu yang sehangat - hangatnya rumah untuk hatiku. Dariku, Hati yang gelandangan

Setahun Sudah

Hai Unu, Setahun sudah rupanya, kita berteman didunia maya. Saling menyapa melalui aksara. Waktu lalu aku sibuk mengagumi surat – suratmu. Isinya lucu, persis sepertimu. Kau yang selalu bilang, “Jangan lupa bahagia ya ?” tapi lupa, kalau sendirinya belum benar bahagia. Perempuan yang aku yakin sekali sebentar lagi akan wisuda, Terus semangat bahagiakan ma dan ba Dan semoga semesta merencanakan jumpa kita. Gadis Rasyid yang suka sekali dengan White Shoes and The Couples Company, Yang senyumnya manis seperti gulali (haha) Mari kita mengulang lagi, setahun yang lalu ketika bertemu... Melalui sepucuk surat berjudul Renjana. Dariku, Coba lihat peta pulau jawa, Barang kali kau menemukanku sedang bahagia