Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Pujangga

Jika diluar sana pujangga membuat wanita jatuh cinta, bisakah disini saya yang jadi pujangga dan kamu yang jatuh cinta ? Bisa kan ya ? Kamu tak perlu merayu. Biar saya yang lakukan. Karena bagi saya, kamu keindahan. Duduk saja dan dengarkan. Kalimat manis yang saya sajikan. Tarik nafas dan nikmati. Biarkan kalimat pujangga ini melekat di hati. Sekali lagi, diam saja dan nikmati. Mari kita mulai... Saya jatuh cinta pada tuan bersenyum surga. Angin sejuk, kicauan burung, dan teduh pohon apel terangkum dalam guratnya. Tatapmu tuan, bak hujan cahaya mengguyur ladang gulita. Cinta ini apa? Bisakah tuan rasa ? Peluk tuan mewah bersanding permata Hangat gundah dalam balutnya Dirundung lega, Jangankan berpaling, berkata pun tak kuasa. Saya jatuh cinta, Pada tuan yang sedia, Pundaknya di genangi air mata, Sentuhnya menghapus luka. Sudah dengar? Sudah jatuh cinta? Pujangga macam apa saya? Yang padamu saya jatuh ci...

Hari Terakhir

Terakhir ? Oh tidak. Maksudku terakhir untuk saat ini. Hanya sampai habis lebaran. Itupun cukup lama rasanya. Entah bagaimana nanti caraku menanggulangi rindu yang pasti membanjir. Hari ini, aku ingin menangis di pelukmu sebentar saja. Hanya sebentar. Hanya sampai mata bulatku yang lucu memerah pada kedua sisinya. Hanya sampai nafasku sekat karena sesak. Hanya sampai aku dapat mengatakan, aku mencintaimu. Itu saja. Itu saja ? Saja ? Tidak ! Mungkin sampai mulutku sedikit berbusa dan membiru kelelahan, karena merapalkan ratusan kali aku mencitaimu saja, sudah pasti tidak cukup untuk menumpahkan isi hatiku. Mengapa aku begini perayu ? Biar saja. Baru kali ini aku jatuh cinta pada pacarku sendiri. Hanya beberapa hari, tanganmu sudah berhasil merebut kendali hatiku dari sang ego. Pagi ini, karena aku bangun terlalu pagi, dan jam tidurku berantakan, aku duduk sembari meminum secangkir raksasa teh panas manis favoritku. Sembari memainkan gitar dengan ala kadarnya, karena sebagaimana kau t...

Diorama

Dalam mataku terpeta, Diorama - diorama kecil yang penuh cerita, Cerita tentang bagaimana senyumku terkembang, Dengan luas dan leluasa. Kau muncul pada setiap potong adegannya. Menguasai alur. Ada pada adengan luka penuh air mata, Pula bahagia penuh gelak tawa. Aku tak bisa perintahkan, Pikiranku untuk gantikan. Seolah engkau yang memiliki, Kau gerakan dengan menjentikkan jari. Harus tertawa aku Atau menangis aku Diorama kecil ini berpindah sekehendakmu. Bisa apa aku ? Tapi tak apa, Aku suka Pada dioramaku engkau tokoh utama Muncul pada setiap cerita.

Sebabmu

Aku benci pada hujan yang rintik di atas kepalamu, Sebabnya, kini tak hanya aku yang membelai tiap jengkal kulitmu. Aku benci pada butir air yang bergulir menuruni wajahmu. Sebabnya,  bukan air mata yang bisa ku seka untuk redam kecewamu. Aku benci pada aroma tanah basah yang menyeruak diantara telapak kakimu. Sebabnya, samar sudah hangat aroma tubuhmu. Tapi... Aku suka pada angin dingin yang menyisir tubuh basahmu, Sebabnya, dapat ku tawarkan rengkuh terhangatku. Aku suka pada halilintar yang menyambar di langitmu, Sebabnya, dapat ku tawarkan payung untuk berlindung, hingga aku bisa berdiri lebih dekat di hadapmu. Aku suka pada mega mendung yang menyelimuti rembulanmu. Sebabnya, malam menjadi syahdu, kemudian aku dekat dan merengkuhmu, mengeja setiap garis bibirmu... Sebabmu, banyak yang ku benci, banyak pula  yang kusukai. Sebabmu, cintaku...

Terima Kasih

"Kalo sama aku jaketnya di buka aja, ya ?" "Aku... Aku ngga biasa" "Biasain..." Aku merasa sudah gila. Setelah kecelakaan, aku belum pernah membuka jaketku di hadapan orang asing. Dia orang asing saat itu. Aku baru mengenalnya beberapa hari. Dan kemudian begitu saja memutuskan Jadian tanpa proses penjajakan. Aku gila. Ya aku sudah gila. Bagiku, pertemuan pertama kami cukup untuk membuat sebuah keputusan. Entah baginya. Yang jelas, sepanjang pembicaraan aku terus memandangi senyumnya. Dan beberapa kali aku di buat salah tingkah. Saat itu aku bisa menutupinya. Semoga dia tidak menyadari. Kemudian akhir dari pertemuan kami malam itu adalah, dia menyatakan cintanya padaku. Dia yang gila sepertinya. Menyatakan cinta pada perempuan dengan sejuta kekurangan sepertiku. Tanpa proses pendekatan. Secepat dan segila itu. Pria bersenyum manis itu menyatakan cinta padaku. Bagaimana bisa ku sia - siakan kesempatan ? Semua menjadi seperti mimpi. Saat sendiri aku mem...

Sajak Sendu

Jatuh cinta padamu semacam hadiah, Indah dan membahagiakan. Bersamamu, detik menjelma menjadi berlian. Terlampau berharga hingga tiada kuasa ku tebus. tanpamu, detik mengguyur bagai hujan. Pedih acap ku hitung persatu rintiknya. Tapi kemarau panjang melanda hati. Mengeringkan sungai bahagia, Meretakkan tanah kedamaian. Sedahaga itu aku padamu. Apalagi di tambah hembusan angin rindu yang panas. Menerbangkan debu risau dan cemas. Kemudian aku pilu di telan sajak senduku. Meratap sembari menunggu. Jatuh cinta padamu terlalu begitu. Habis dayaku kala hati di gerus rindu.

Selamat Hampir 2 Bulan

Baru 2 bulan ya ? Kirain udah lama... Aku juga ngerasanya gitu. 2 bulan berasa bertahun - tahun. Deket dan hangat. Bener ternyata jika cinta tak melulu mengenai angka. Review setelah hampir 2 bulan ? Dia luar biasa, selalu ada, nyenengin meskipun isengnya ampun - ampunan. Senyumnya masih hangat. Peluknya ajaib. Aku suka. Melihat egoisnya, bete dan menyebalkannya, aku seperti berkaca. Kita mirip. Yakin ? Yakin, semoga semesta mengamini. Meskipun aku harus meng-rem segala perilaku. Sudah ku bilang dia mirip aku. Banyak hal yang kadang tidak sesuai dengan pemikiran. Wish ? Banyak ya... Semoga longlast garis besarnya. Last word ? Selamat hampir 2 bulan. I love you :* ( percakapan antara 2 sisi hati yang berbeda )

Mengganti Pengganti

Aku ingat beberapa waktu lalu aku memposting sebuah tulisan tentang lagu 'Aubrey' milik bread band. Lagu yang ku peroleh dari Pak Basuki terapis di Instalasi Rehab Medik Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang. Awal mulanya, aku menumpahkan segala isi hati pada Pak Bas. Begitu ku panggil beliau. Aku bercerita mengenai perasaan entah kagum, entah jatuh cinta yang menggelitik dalam hatiku yang masih entah menerjemahkannya. Menyebalkannya, pria yang ku 'entah'-i itu seolah menarik ulur perasaanku. Hingga kemudian pak Bas, memberikan lagu 'Aubrey' untuk  sekedar melepaskan perasaanku. Lagu itu tentang mencintai seorang perempuan bernama Aubrey. Cinta yang sebatas nama. Karena si penyanyi belum mengenal dan belum pernah bertemu dengan Aubrey secara langsung. Sama sepertiku, mencintai sebatas nama. Karena aku juga belum pernah bertemu dengan pria itu. Semakin lama aku semakin tenggelam dalam makna lagu Aubrey. Hingga ketika aku turut menyanyi, nama Aubrey ku ganti deng...