Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Midnight Madness : HAHAHAHAH

Aku tidak ingin tidur. Biarkan saja mataku menghitam, Seperti sebuah piringan yang menanti diputar. Biar saja hati ini merayakan gelisahnya. Ia sedang kehilangan mahkota. Bertahta permata dunia. Keyakinanmu. Kau takut aku ditolak katamu. Sedang sekatup bibir ini rapat, padahal ia bergumam pilu. Seburuk itukah aku sehingga harus ditolak ? Kau pikir aku takut pada penolakan ? Begitu awalnya... Namun tidak setelah ku tahu, ada perasaan yang pantas diperjuangkan. Menolak berarti meminta diperbaiki ... Tak masalah... Justru ketidakyakinanmu yang merapuhkanku.  Kecemasanmu yang menjatuhkanku.

Dear You ! Baca Saja Meski Tak Mengerti

Dear setangkai gandum di ladang mawar... Jika aku jadi coklat lezat, tidak akan pernah merubah apapun. Karena kau hanya akan menjadi beberapa butir kokocrunch di tengah belukar duri. Ya itu jika aku jadi sebuah hal yang nikmat. Seperti beberapa kaumku diluar sana. Perempuan yang membusakan bibir cantiknya dengan janji - janji perubahan yang tak kalah dari para pengusung partai politik. Pun jika kau memutuskan jadi setangkai mawar juga. Tak akan merubah apapun. Hanya saja aku tak akan mengenalimu karena kau sama dengan yang lainnya. Indah... tapi kejam, Gandumku... aku ini hanya burung kecil berparuh pendek. Yang ketika hinggap di ladang padi, petani ke-geer-an bergegas mengusirku karena mengira aku akan memakan tanamannya, padahal aku hanya istirahat. Kalaupun iya, aku tak akan sanggup menghabiskan semuanya.\ Itulah mengapa aku mengunjungimu... beberapa butir saja ku pinta... sembari ku jatuhkan bijimu meskipun tak sengaja. Hingga lama - lama kau menginvasi ladang mawar. ...