Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Menggantungkan Kebahagiaan

Galih bilang jangan gantungkan kebahagiaan, aku tau, Galih bukan tiang jemuran. sedih, seperti di usir, sakit, kecewa, Galih ngga tau, Sendiri ngga selalu sepi, berdua ngga selalu bahagia. mungkin galih lupa... bahagia, tak perlu dipicu siapa, bahagia, bisa dicipta sendiri atau bersama.

Puisi

Gambar
Aku jatuh cinta pada puisi. Tidak, bukan yang di buku. Yang ada pada wajahmu. Yang syahdu terkadang sendu... Aku jatuh cinta pada puisi. Tidak, bukan yang di tulis. Yang, tergurat pada sepasang alis. Dan sekatup senyum tipis... Aku jatuh cinta pada puisi. Tidak, bukan yang di baca. Yang, menjelma sepasang mata Indahnya tiada kira

Aku Seyakin Itu

Gambar
Hold me, lead me to the heaven Tiba saatnya rinduku padamu bertumpu pada dahi yang beradu dengan bumi. Di hantar butir air mata, doa dan cinta mengalir pada hatimu. Aku percaya Tuhan kita sebaik - baiknya penyampai rindu. Setangguh - tangguhnya penjaga cinta.  Maka ku pasrahkan segala bimbang pula ragu padaNya. Aku yakin, akan tiba saatnya dimana kita tak lagi membenci perpisahan dan merindukan perjumpaan. Saat dimana Tuhan kita mengakuiku sebagai pendamping paling pantas dan paling kuat menemanimu berjuang. Sebagai pedang dan tamengmu ketika berperang melawan keputusasaan. Kepadamu yang namanya tersebut dalam segala doa, aku yakin Tuhan kita akan menyaksikan, aku berdiri di panggung pemenang memperebutkanmu melawan dunia. Aku Seyakin Itu...

Angin

Aku jatuh cinta padamu seperti angin. Bukan terasa namun tidak terlihat. Bukan ! Karena Angin begitu dinamis. Bergerak kemanapun yang ia suka. Seperti perasaanku. Menerjang apa yang ada dihadapanku. Menyusup melalui celah celah kecil, Menyeruak menggoyangkan dahan - dahan pohon. Menggoyankan hatimu. Membunyikan setiap lonceng yang digantung. Memutar kincir yang di tegakkan. Menerbangkan segala benda ringan. Menerbangkan pula jiwamu. Hingga kau terbawa denganku  kemudian kita menari bersama di bawah lapisan atmosfer. Aku adalah angin, yang kelak tanpaku layarmu tak terkembang. Kincirmu tak berputar, Loncengmu tak berderak. Angin, yang kelak kau rindukan ketika sesak.

:'(

Jatuh cinta padamu adalah kebodohan paling sengaja yang ku perbuat. Pada kedua bola matamu aku tenggelam, jauh meninggalkan kenyataan. Mulai mengagumi ilusi dan mencumbui angan - angan. Aku punya sejuta rasa takut ketika kau tak ada. Namun dalam sekali pelukan, kau menghapus segalanya. Mengosongkan hati dan pikiranku. Kemudian memaksanya untuk mencari cara agar terus bersamamu. Aku belum pernah setidak ikhlas ini, melepas genggamanmu meski ku tau hanya sesaat. Aku tak pernah setidak rela ini, mengedipkan mata di hadapmu, karena setiap detik kau tak nampak, rindu menusuki hatiku. Aku tidak pernah semudah ini, melepas butir air mata ketika hanyut dalam sendu ketiadaanmu. Aku kecanduan. Kau lebih hebat dari morfin dan kokain. Perasaanku liar lepas kendali saat dalam pelukmu. Lupa pada realita hidup yang nyatanya kau dan aku begitu senjang. Aku sadar, aku bisa terluka kapanpun jika terus begini, tapi aku tidak bisa menghentikan perasaanku. Aku merasa seperti akan gila ketika berusaha ...