Postingan

Day 1 : Describe Your Personality

       Entah yaa, apakah personality itu bisa berubah atau tidak tapi seingatku, orang - orang mungkin mengenalku dalam berbagai gambaran sosok yang berbeda. Rasa - rasanya aku pernah menjadi ekstrovert yang sangat antusias ketika harus bertemu dan melakukan aktivitas bersama banyak orang. Aku pernah sangat menikmati masa dimana aku bisa hidup dalam gelimangan tawa orang - orang disekitarku. Bagiku yang dulu, cerita mereka dan tawa mereka adalah bahan bakar yang mengobarkan semangat hidupku. Berada ditengah - tengah banyak orang yang selalu antusias dengan apapun yang aku lakukan rasanya sangat menyenangkan. Dan aku merasa sangat menikmati dicintai banyak orang.          Mungkin empat tahun belakangan,   segala sesuatunya nampak berbeda. Aku jadi manusia yang benar - benar sangat cinta dengan kesendirian. Membatasi pertemanan hingga ke lingkup terkecil. Orang - orang yang berkomunikasi denganku pun sangat aku batasi. Misalnya aku ha...

Tidak Ada Tempat

Barang sejengkal, tidak ada tempat untukku duduk. Beristirahat karena lelah merinduimu. Yang seperti biasa, masih acuh dan tak perlu. Barang sekelebat, Tidak ada tempat aku dalam kepalamu, Sehingga sedikit sekali waktu kau pikirkan, sudah berapa lama aku berdiri menanti cintamu... Begitu yakin aku akan terus menunggu ? Jangan lupa, tuhan bisa membawaku pulang kapan saja... Saat ini masih, meskipun belum atau hampir tak ada, ruang kosong untuk ku tempati dalam hatimu... Tapi, jika suatu saat kekosongan itu tersedia, namun tak kau temui aku menanti di dekatnya, maafkan saja, Panggilan pulang selalu lebih teduh dari penantian ... Yang panjang dan tak berujung ....

Seandainya

Seandainya, rindu ada obatnya atau ada peredanya mungkin aku tak akan mengganggumu dengan pesanku mungkin juga aku akan membiarkanmu berlarut dalam sendirimu yang bahagia. Seandainya, perasaanku padamu biasa saja, seperti perempuan - perempuan yang kau cerita, yang bisa dengan mudah mendua mungkin aku tak akan merengek dan mengemis telpon darimu Seandainya, hati yang jatuh padamu tak begini dalam, mungkin aku akan lebih tenang, isi kepalaku tak akan terbagi dengan cemas, isi hatiku tak akan lelah meski tanpa balas. aku takut, seandainya ada orang lain yang membantuku menebus rindu, bukan karena aku tak menjaga hati, tapi karena kau terlalu sering meninggalkan aku, tenggelam dan berandai - andai sendiri Seandainya ada, apa yang ingin kau katakan ? Untukmu yang sedang entah dimana

Memeluk Mimpi

Putar otak lebih cepat, cambuk semangat lebih keras. Itu yang selalu terngiang di kepala saya. Saya masih memeluk mimpi mimpi saya sebagai seorang pengusaha. Saya terus percaya bahwa suatu saat saya bisa menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan rumah saya. Sehingga kalau nanti sudah menikah, saya bisa tetap menunaikan tanggung jawab sebagai ibu dan istri yang baik plus berpenghasilan. Saya tau segalanya akan amat sangat sulit pada mulanya. Tapi bukankah apabila kita tidak merangkak, kita tidak akan bisa berjalan ??? Badai pasti datang dan hujan pasti turun. Tentu kita pasti basah dan kedinginan. Setiap cita - cita pasti terhalang oleh resiko. Entah bagaimana caranya saya harus bisa tetap berdiri. Karena saya yakin apa yang saya mimpikan baik untuk hidup saya. Mungkin nanti juga akan tiba saatnya semangat saya surut, bahkan menghilang. Sedikit putus asa lalu menyudahi usaha saya dan memutuskan memilih jadi karyawan lagi. Tapi saya berharap, ada yang mengingatkan saya kembali tentang...

Selamat Senja

Selamat senja hati yang luka... Seperempat abad sudah kau mengarungi medan pertempuran, Terima kasih masih hidup, Terima kasih masih berdiri... Kini ku tahtakan padamu mahkota kedewasaan, Setelah kau paham bahwa tiada sesiapa di dunia ini yg menolongmu Kecuali Kau Sembari tertatih kau obati lukamu sendiri... Ku hargai... Setiap tetes air mata yang jatuh menggenang di pipimu Dan setiap tetes peluh yang mengalir di pelipis mu... Selamat senja diriku yang baru, Terima kasih masih hidup, Terima kasih masih berdiri... Mari kita lanjutkan perjalanan, Memikul beban berbalur luka... Sendiri... Seperti hari kemarin...

Keyakinan

Yang tidak pernah hidup dalam kepala, Bukan berarti Tidak ada... Kelak, akan tiba waktunya segala ketidakmungkinan menjadi nyata... Percaya saja... Bahwa Tuhan, Melampaui apa yang bisa kau pikirkan... Letakkan saja segala keinginan mu di bahuNya, Dan jangan pernah berhenti percaya... Karena keyakinan mu, Yang nanti nya akan mengantarkan doa doa... Bersama segala keyakinan yang pernah ku rapal, Tuhan, Tolong akhiri segala yang aku mulai, dengan indah... Semarang, 29 Agustus 2018

M.B.P.N

Rumahku baru... Rindu rindu yang berkelana, sudah bisa pulang... Biar jarak memisahkan, Rasa sayang tidak pernah salah tujuan, Kemudian di benakmu kusandarkan segala perasaan, Terimalah aku dalam berbagai keadaan Nantinya ijinkan tanganku menjelma pelukan, Agar hatimu juga dapat pulang untuk melepas segala kelelahan, Terimakasih sudah bertanya kabarku setiap hari, Semoga padamu, mimpi - mimpi ku akhiri, Dear M.B.P.N Selamat datang kedalam hatiku, Mungkin penuh belukar, Tapi teduhnya tak akan ingkar....