Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Wherever You Are

Gambar
Di ruang tamu, di sebuah sofa. Galih : (Main handphone) " Dev sini deh..." Aku   : " Apa ?" (Sibuk membereskan sesuatu) Galih : " Sini dulu, liat dulu" Aku   : (Duduk di pinggir sofa yang Galih duduki) " Apa sih ?" Galih : " Liat deh " (menekan tombol play pada sebuah video yang ada di Youtube) One OK Rock Sepanjang liriknya, Galih menggenggam tanganku sembari beberapa kali mengecupnya. Kemudian ia turut bernyanyi pada lirik - lirik yang romantis dan menatapku dalam. Apa yang bisa aku lakukan selain tersipu ? Nyaris air mataku tumpah karena haru. Jarang - jarang seorang Galih melakukan hal semanis ini karena setahuku, dia bukan orang yang romantis. Tapi dia selalu tahu cara membuatku melayang ke angkasa. Thanks for that sweet song Galih, it's gonna be my next favorite song.  Pada ujung lagu, Galih bilang, I love you dev... Aku pengen pingsan.

Second Life

Mungkin aku adalah orang yang paling beruntung di seluruh muka bumi. Dan mungkin seharusnya aku menghabiskan lebih banyak waktu untuk berterima kasih pada Tuhan. Sejak aku memutuskan keluar dari zona nyamanku, dan memutuskan untuk menemukan tantangan baru, kebaikan sepersatu datang menghampiri. Setelah kecelakaan waktu itu, ku anggap diriku yang dulu telah mati. Diriku yang penggerutu, yang angkuh, yang malas dan yang tidak pernah merasa cukup. Resap kedalam tanah bersama setiap tetes darah yang tumpah dari tubuhku. Larut disapu hujan dan kering diterpa surya. Kemudian Tuhan menghidupkanku kembali. Dengan sebuah garis nasib yang baru. Diriku yang baru sempat terpuruk begitu lama. 1,5 tahun aku mencoba menyesuaikan diri, dengan apa yang ada menjadi tiada, lalu apa yang punya menjadi tak punya, apa yang leluasa menjadi begitu terbatas. Kecewa. Hanya perasaan itu yang menyergap dan membungkam hati. Sulit, sakit, pahit. Kemudian aku hanyut dalam keterpurukan. Hingga pada suatu wa...

From Four to Forever

إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dipadukan bentuk ciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (dalam bentuk mani) lalu menjadi segumpal darah selama itu pula (selama 40 hari), lalu menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, lalu ditetapkan baginya empat hal: rizkinya, ajalnya, perbuatannya, serta kesengsaraannya dan kebahagiaannya." [Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu].   Empat bulan, ruh di tiupkan dalam tubuh kita beserta takdir dan jalan hidup yang sudah Allah tentukan.  Empat bulan sudah aku bersamamu. Di tiup sudah ruh keda...