Ayahku, Aku Buta
Ayahku, Aku buta. Yang kulihat hanya seberkas cahaya yang pendar dari sepasang matanya. Dia yang membutakanku, Ayah. Ayah, Cahaya matanya begitu benderang dan menyilaukan. Sehingga tak lagi nampak kerlip dari cahaya lain. Ayahku, Aku buta. Dihadapnya lebur segala salah dan benar. Yang nampak hanya bahagia dan bahagia. Tak lagi terasa ku pikul beban kehidupan. Dipeluknya, tangisku menguap menjadi tawa Ayahku, Aku buta. Aku butuh segapai lengannya. Lengan yang mirip punyamu. menuntunku kemana saja hidup kan menuju. Ayahku, hatiku miliknya Hidupku untuknya, senyumku olehnya. Ayahku, Aku buta sudah.