Untuk Gadis Yang Sedang Puber
Halo sayangku @julia_thasya , Dek, melebur semua rasa malu mbakmu, ketika harus menuliskan surat ini. Di bilik 09 warnet Heaven ini, butir demi butir air mata menetes masuk terserap dalam keyboard. Ya dek, di hadapanmu yang sedang asyik dengan PC bilik 10 mbakmu menangis. Merasa bersalah atas kacaunya kehidupanmu sepanjang 4 tahun ini. Berjuta sesal bergemuruh di dalam hati ketika mbak harus menuruti keinginan kedua orang tua kita, bekerja di kota orang. Selama hampir satu tahun, jarak memisahkan dua pasang tangan kita yang saling menggapai untuk berpelukan. Hanya setahun, mbak tidak bisa menemanimu bertumbuh dan melihatmu berangsur dewasa. Dan cukup satu tahun, waktu yang di butuhkan untuk merubahmu dari adik kecilku yang manis menjadi gadis yang kasar dan pemberontak. Dek, mbak harap kamu ingat, ketika mbak yang kala itu masih kecil, dan belum kuat, memaksa menggendongmu agar dapat membawamu bermain bersama kemanapun. Mbak adalah orang yang melindungimu...