Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Aku Masih Rindu

Aku ingin menggandeng waktu, Agar dapat lebih lama bisu dalam pelukmu, Tapi nyatanya, selamanya nyaris kehilangan arti. Bersamamu, jarum jam seolah berlomba meninggalkan lingkarnya. Menghabisi aku dan perasaanku yang belum tuntas rindunya. Melihatmu, detik seolah memburu, menerjang segala jenuh yang menghampiri. Membunuh cintaku yang belum berjumpa ujungnya. Bagaimana ku bertahan ? Jika nyatanya waktulah yang harus ku lawan. Tak sanggupku petik detik yang mengusik. Meski tak bisa ku pungkiri jerit rinduku semakin berisik. Harus bagaimana agar segala terhela ? Aku masih rindu, masih ingin bersamamu...

Selamat Ulang Tahun Ibu

Ku habisi sudah karya sastrawan yang melegenda. Tiada satu kata yang mampu melukis cintamu yang tak kenal hingga. Bait syair milik Tuan Chairil Anwar, yang syahdunya mampu di Jadikan penawar segala gusar. Pula milik Tuan Sapardi, yang setiap katanya menyentuh hati. Tak ada Ibu, Tak pernah ada. Hanya secuil, doa dari mulut kecil, Yang sanggup ku bayarkan untuk menebus kasih sayang yang bergelimang. Ku temani menikmati senjamu yang di telan waktu. Tunggu aku... Jangan buru - buru... Ijinkan aku merajut bahagiamu. Agar dapat di kenakan beriring senyummu. Ibu... Jika pecinta bilang hujan menggandeng rindu, maka mentari mengiring cintaku untukmu. Ibu... Aku anakmu... Sayang padamu. Selamat Ulang tahun ke 46 Ibuku... Semoga Tuhan yang baik menghadiahkan segala sehat dan berkah untukmu... 04 Juni 2015

Aku Sayang Kamu

Selamat Petang, Ini surat pertama di bulan Juni, Untukmu, Aku tulis khusus kepadamu. Apa kabar ? Bahagiakah sudah menggantung hati pada kecemasan ? Yang ku tahu, rinduku tiada bertepi, namun yang tak terobati, terkadang dapat meradang. Bengkak dan membiru, kemudian sedikit demi sedikit menggerogoti kepercayaan. Ini inginmu ? Biasa saja hingga buta dan terlupa ? Aku bisa. Namun aku takut, jika terbiasa aku malas meraba  untuk mengeja hati yang kau peta. Dalam gulita yang meronta, rindu ini menghantui. Mendesak butir air mata meninggalkan pelupuknya. Aku tak ingin sia - sia, singkirkan usang dalam hati agar dapat kau tempati. Kau pun tahu, jika jarak pernah melukaiku. Jangan kemudian kau ulangi dengan lucu dan menggelikan. Ingat saja dengan tenang yang kau janjikan. Dalam pelukmu yang ambigu, ingatkan aku selalu, Bila jarak sedang memelukmu, dalam hatimu tersebut namaku. Dan dalam doaku, ada sebuah cinta yang ku titipkan untukmu. Aku Sayang Kamu... Dariku...