Setelah Bapak Pergi
18 Januari 2017 Bapak kami pergi untuk selamanya.... Aku tidak pernah melihat kematian sebelumnya. Hal - hal yang membuat hampir semua orang ketakutan. Tapi setelah hari itu, rasanya mati bukanlah hal yang sulit. Aku menggenggam tanganya ketika mulutnya tersengal - sengal mengucapkan sesuatu yang tak dapat kudengar. Matanya tertutup. Mungkin di saat itulah, ia sedang diperlihatkan kisah hidupnya. Kesempatan terakhirnya meminta ampunan. Aku menggenggam tangan kanannya dengan tangan kiriku. Ku saksikan dengan mata kepalaku beberapa tarikan nafas panjang dan berat. Ku saksikan dengan mata kepalaku, bagaimana akhirnya tubuh itu berhenti bergerak, Aku menangis sejadinya. Jika dapat ku tahan ruhnya agar tidak pergi, agar kembali ketubuhnya yang semakin kurus. Tapi dia milik Tuhan. Aku tidak pantas mencegah Tuhan mengambil kembali milikNya. Ketika pertama kali mengantarnya ke rumah sakit, Tuhan sebenarnya sudah memberikan firasat pada kami semua. Padaku, hingga aku tidak begitu ...