Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Surat Kenang Kenangan

Dear Galih Fajaryanto, Untukmu ku tuliskan sepenggal surat terakhir.  Aku tidak hendak pergi kemanapun,  tapi karena semua yang ada diantara kita sudah tak lagi terhubung, aku ingin melepas juga perasaanku pergi. Selamat menikmati harimu tanpa aku. Sudah tidak perlu lagi kau jenuh dengan rengekku, Muak dengan keluhku, Atau lelah dengan tingkahku.  Temukanlah bahagiamu sekarang. Aku pernah menaruh harapku seluruhnya padamu, Hingga ketika kau memutuskan beranjak,  ia patah. Remuk,  menjadi serpihan kecil. Maaf aku tidak memungutnya,  karena  pecahan, -  pecahan kenangan yang tersisa, melukaiku. Dengan berdarah -  darah aku pergi.  Kembali ke hidupku dua setengah tahun silam.  Bedanya,  mungkin tak kutemukan lelaki sepertimu yang kelewat kucintai. Aku memang tamak,  melangkahi kodrat tuhan,  dengan yakin dan bodohnya menganggapmu milikku.  Padahal jika tuhan ingin,  dia bisa menyuruhmu pergi kapan ...