Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Sepasang Mata Yang Berbicara

Galihku, Aku rindu matamu yang mendung itu. Teduh bersama hembusan angin rindu. Aku ingin lelap sejenak didalamnya. Melepaskan luka yang pekat mengudara. Aku rindu sepasang mata itu. Yang berbicara padaku bersama riuhnya suara kalbu. Aku ingin bercumbu dengan kilaunya. Membenamkan lelah yang pengap mengangkasa. Galihku, Aku jatuh cinta pada cerita Yang di ungkap oleh sepasang mata Yang merumahkan rindu – rinduku Dari penat perjalananya Galihku, Sepucuk surat rindu ini untuk sepasang matamu

Prolog

Kepada Tuan Tampan, Pemilik janji temu malam itu pukul tujuh Hai, Tuan yang kini kau ijinkan aku menyandingmu. Aku tak pernah lupa dengan janji temu malam itu. Janji yang sebenarnya ragu. Kemudian kita berhadapan bergelimang malu. Psssttt... aku suka padamu. Bisik nuraniku ketika melihat tawa pertamamu. Tuan yang tak pernah ada kata cinta seperti romansa pada umumnya. Yang tak pernah semata bilang aku cantik tanpa embel - embel kritik, terima kasih untuk jatuh cinta uniknya. Membuatku tak pernah bosan menerka apa cerita selanjutnya. Tuan prolog yang membuka hidup baruku, terima kasih untuk segelas hazellnut latte dinginnya. Yang akhirnya membawa kita ke halaman berikutnya. Terima kasih untuk tawa renyahnya. Terima kasih untuk menghangatkan jumpa pertama. Sekarang bersamamu, janji temu tak lagi pukul tujuh. Kapanpun aku mau, tuan hadir menggantikan mentariku. Sekarang bersamamu, jumpa pertama adalah saat membuka mata, dan rindu terus menggoda saat malam mengganti senja. Tuan pemi...

Hampa

Aku membacamu dari mata berlapis kaca. Diiringi alunan gemericik musik semesta. Akankah kita terus begini tuan ?? menterjemahkan tawa menjadi butiran - butiran senyap. Kau tak lagi sama tuan. Berjalan beriringan, duduk bersebelahan, tak lagi ku rasa kelegaan. Aku kembali meraba bayangmu, merapal namamu seperti dulu ketika bunga layu di hatimu belum sembuh. Aku rindu menjadi puteri tuan, duduk berlama - lama pada tahta yang tuan jaga. kenakan mahkota yang tuan cipta. sekarang mengeja cinta tak lagi sama. hampa tuan... perasaan ini hampa..