Sebabmu
Aku benci pada hujan yang rintik di atas kepalamu,
Sebabnya, kini tak hanya aku yang membelai tiap jengkal kulitmu.
Aku benci pada butir air yang bergulir menuruni wajahmu.
Sebabnya, bukan air mata yang bisa ku seka untuk redam kecewamu.
Aku benci pada aroma tanah basah yang menyeruak diantara telapak kakimu.
Sebabnya, samar sudah hangat aroma tubuhmu.
Tapi...
Aku suka pada angin dingin yang menyisir tubuh basahmu,
Sebabnya, dapat ku tawarkan rengkuh terhangatku.
Aku suka pada halilintar yang menyambar di langitmu,
Sebabnya, dapat ku tawarkan payung untuk berlindung,
hingga aku bisa berdiri lebih dekat di hadapmu.
Aku suka pada mega mendung yang menyelimuti rembulanmu.
Sebabnya, malam menjadi syahdu,
kemudian aku dekat dan merengkuhmu, mengeja setiap garis bibirmu...
Sebabmu, banyak yang ku benci, banyak pula yang kusukai.
Sebabmu, cintaku...
Komentar
Posting Komentar