Hari Terakhir
Terakhir ? Oh tidak. Maksudku terakhir untuk saat ini. Hanya sampai habis lebaran. Itupun cukup lama rasanya. Entah bagaimana nanti caraku menanggulangi rindu yang pasti membanjir.
Hari ini, aku ingin menangis di pelukmu sebentar saja. Hanya sebentar. Hanya sampai mata bulatku yang lucu memerah pada kedua sisinya. Hanya sampai nafasku sekat karena sesak. Hanya sampai aku dapat mengatakan, aku mencintaimu. Itu saja. Itu saja ? Saja ? Tidak ! Mungkin sampai mulutku sedikit berbusa dan membiru kelelahan, karena merapalkan ratusan kali aku mencitaimu saja, sudah pasti tidak cukup untuk menumpahkan isi hatiku.
Mengapa aku begini perayu ? Biar saja. Baru kali ini aku jatuh cinta pada pacarku sendiri. Hanya beberapa hari, tanganmu sudah berhasil merebut kendali hatiku dari sang ego.
Pagi ini, karena aku bangun terlalu pagi, dan jam tidurku berantakan, aku duduk sembari meminum secangkir raksasa teh panas manis favoritku. Sembari memainkan gitar dengan ala kadarnya, karena sebagaimana kau tau, aku tidak bisa memainkannya. Aku sedang berusaha bisa lebih tepatnya. Aku memikirkanmu. Benar sekali ! Membayangkanmu tidur dengan wajah polosmu. Wajah yang membuatku betah berlama - lama diam memandanginya, ketika aku bangun lebih dulu.
Jika ku bilang aku sangat menyukai punggungmu, kau tau, aku sangat salah. Mau tahu yang jujur ? Aku sangat menyukai setiap inch tubuhmu. Kau sempurna. Setidaknya begitu menurutku, ibumu, dan beberapa orang yang jatuh cinta padamu dalam diam mereka.
Rasanya, aku ingin menulis beberapa paragraf lagi untuk menjabarkan apa - apa saja yang ku cintai darimu. Tapi tidak bisa ! Tulisan ini tidak akan pernah selesai. Karena akan ada ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan paragraf jika aku membiarkannya.
Hei tau kah, aku tidak bisa menjanjikan bagaimana perasaanku esok. Yang pasti, hari ini aku amat sangat jatuh cinta padamu. Perkara esok aku masih cinta atau tidak, itu urusan Tuhan kita.
Aku ingin menulis, terus menulis, sampai kau kembali, sampai rindu ini tergenapi, sampai lenganku bisa merengkuhmu lagi.
Pagi ini syahdu,
Cintaku,
Dan aku sedang rindu,
Pria asing gila bersenyum manis,
Berpeluk hangat,
I love you
Semarang, 8 Juli 2015
Komentar
Posting Komentar