Untuk Gadis Yang Sedang Puber
Halo sayangku @julia_thasya ,
Dek, melebur semua rasa malu mbakmu, ketika harus menuliskan surat ini. Di bilik 09 warnet Heaven ini, butir demi butir air mata menetes masuk terserap dalam keyboard. Ya dek, di hadapanmu yang sedang asyik dengan PC bilik 10 mbakmu menangis. Merasa bersalah atas kacaunya kehidupanmu sepanjang 4 tahun ini.
Berjuta sesal bergemuruh di dalam hati ketika mbak harus menuruti keinginan kedua orang tua kita, bekerja di kota orang. Selama hampir satu tahun, jarak memisahkan dua pasang tangan kita yang saling menggapai untuk berpelukan. Hanya setahun, mbak tidak bisa menemanimu bertumbuh dan melihatmu berangsur dewasa. Dan cukup satu tahun, waktu yang di butuhkan untuk merubahmu dari adik kecilku yang manis menjadi gadis yang kasar dan pemberontak.
Dek, mbak harap kamu ingat, ketika mbak yang kala itu masih kecil, dan belum kuat, memaksa menggendongmu agar dapat membawamu bermain bersama kemanapun. Mbak adalah orang yang melindungimu ketika ayah memarahimu saat kau tidak sengaja nakal. Mbak yang selalu ada di hadapanmu ketika kamu menangis saat teman - temanmu tidak mau bermain denganmu. Dan mbak pernah berubah, masih mau menggendongmu jika kamu minta, masih sanggupb melindungimu jika kamu kena marah, dan masih mau menenangkanmu ketika kamu sedih saat dunia berlaku kejam padamu.
Jangan seperti ini dek, jangan bentak kami ketika pendapat kami tidak sejalan denganmu. Jangan membanting pintu ketika kami terus menanyaimu kemana kamu pergi dan siapa saja temanmu. Jangan kasar ketika kami mengingatkanmu banyaknya hal yang harus kau jaga ketika kau mulai dewasa. Jangan berubah dan membuat kami sedih. Jangan menjauh ketika kami sedang menyelamimu yang sedang di bingungkan oleh masa puber. Jangan berteriak pada kami, karena mbak dan orang tuamu mulai rapuh hatinya seiring bertambahnya usia kami.
Berhenti berburuk sangka, kami hanya membantumu agar kelak tiada sesal yang tersisa ketika satu persatu dari kami mulai meninggalkanmu mengarungi dunia yang kejam seorang diri. Lihat mbakmu dek, yang raganya sudah tak sekuat 2 tahun lalu. Yang genggamannya tak lagi erat. Mbakmu yang terus berada di kamar menantimu pulang sekolah untuk mendengarkan keluh kesahmu. Maafkan mbakmu yang pengangguran karena musibah 2 tahun yang lalu sehingga tidak bisa kau banggakan di hadapan teman - temanmu, maafkan mbakmu yang tidak secantik kakak teman - temanmu sehingga membuatmu malu, maafkan mbakmu yang tidak punya uang untuk mengajakmu shopping seperti yang kau selalu bayangkan. Tapi mbak mohon, kembalilah pada kami menjadi Sasya yang dulu, yang manis, polos dan lucu.
Selamat datang di dunia dewasa dek, mbak harap kamu akan segera menemukan pegangan hidup yang membawamu kembali menjadi baik.
Your Sister,
Clown
Sekarang saya tahu :)
BalasHapus