Untuk Kalian
Dear Kalian yang mengaku sahabatku,
Aku menghela napas berat untuk membuka surat ini. Mengaduk - aduk isi otakku untuk memilih diksi yang tepat sehingga kalian tak tersinggung. Senyum kecil terkembang di bibirku mengingat kalian adalah orang yang Tuhan sertakan sifat baik sangka ketika dihembuskan ruh kedalam raga - raga kalian. Seperti angin, darah ini berdesir - desir lembut sampai ke jantung. Benar ! aku deg - degan. Teman, semoga surat ini cukup kuat untuk menyela masuk dalam hati kalian yang rapat dan sibuk dengan berbagai hal.
Teman, ingatkah kalian ada orang sepertiku di sini ? yang setia duduk menanti kalian datang dengan wajah gembira bertabur energi positif. Yang siap tertawa lebar ketika kalian melemparkan canda, dan siap menangis ketika kalian membagi kesedihan.
Apalah aku di antara orang - orang hebat di sekitarmu teman. Aku hanyalah pilihan terakhir ketika mereka tak dapat duduk untuk mendengarkan ceritamu. Aku baik - baik saja. Meskipun kecewa, tapi aku dapat mengatasi perasaanku sendiri. Dan suatu saat ketika kalian datang lagi, ku jamin kalian akan ku sambut dengan senyum selebar mentari.
Mungkin kalian pikir ini lelucon, ketika aku berkata, aku sedia mengantar kalian pada kebahagiaan yang pada akhirnya akan merenggut kalian dari sisiku. Aku tulus menemanimu ketika dunia menyakitimu, membuatmu terpojok dan ketakutan. Datanglah padaku, aku akan melindungimu.
Tidak kah kalian tau, ketika kalian tak datang cukup lama, aku menghabiskan waktuku di dalam kamarku yang pengap, sepi, seorang diri tenggelam dalam tumpukan buku - buku yang habis ku baca. Menjauhkan diri dari dunia karena aku tak pandai basa - basi. Tidak kah kalian bayangkan, ketika kalian mungkin lupa kalau aku ada, aku sedang duduk di kursi tamu menantikanmu sembari mendengar lagu dari ponselku berharap kalian muncul di depan pintu rumahku.
Tidak kah kalian sadar, setiap waktu ku pandangi layar ponselku berharap ada sebuah pesan dari kalian yang menanyakan kabarku. Maaf aku tak memulainya lebih dulu, aku takut kalian merasa terganggu dan menjadi tidak nyaman sehingga kalian semakin menjauhiku.
Aku kesepian teman, duduk sendiri di depan rumah, menghirup angin sore dengan mata berkaca - kaca penuh kerinduan. Semoga surat ini tidak mengganggumu. Karena hanya dengan ini aku bisa mengungkapkan kerinduanku.
Teman, siapapun dan dimanapun kalian, semoga kalian baik - baik saja.
Salam Rindu,
Aku yang selalu di rumah
Clown
Baru mampir udah suka sama tulisannya :)
BalasHapusMakasih yaaa :D komentarnya memotivasi aku ... Selamat membaca judul yang lain. Salam kenal. :D :D :D
Hapus