Hampa
Aku membacamu dari mata berlapis kaca.
Diiringi alunan gemericik musik semesta.
Akankah kita terus begini tuan ??
menterjemahkan tawa menjadi butiran - butiran senyap.
Kau tak lagi sama tuan.
Berjalan beriringan, duduk bersebelahan,
tak lagi ku rasa kelegaan.
Aku kembali meraba bayangmu,
merapal namamu
seperti dulu ketika bunga layu di hatimu belum sembuh.
Aku rindu menjadi puteri tuan,
duduk berlama - lama pada tahta yang tuan jaga.
kenakan mahkota yang tuan cipta.
sekarang mengeja cinta tak lagi sama.
hampa tuan...
perasaan ini hampa..
Diiringi alunan gemericik musik semesta.
Akankah kita terus begini tuan ??
menterjemahkan tawa menjadi butiran - butiran senyap.
Kau tak lagi sama tuan.
Berjalan beriringan, duduk bersebelahan,
tak lagi ku rasa kelegaan.
Aku kembali meraba bayangmu,
merapal namamu
seperti dulu ketika bunga layu di hatimu belum sembuh.
Aku rindu menjadi puteri tuan,
duduk berlama - lama pada tahta yang tuan jaga.
kenakan mahkota yang tuan cipta.
sekarang mengeja cinta tak lagi sama.
hampa tuan...
perasaan ini hampa..
Komentar
Posting Komentar