Rumah
Jika Nisa
ingin punya Rumah, aku justru ingin menjadi rumah. Rumah untuk seseorang yang
ku cintai. Menjadi tempat hatinya pulang dari segala pengelanaan yang
melelahkan. Tempatnya mengadu segala keluh dan menyandarkan segala penat.
Pintuku akan selalu terbuka untuknya. Menerima dengan lapang segala pedih dan
rianya.
Aku ingin
selalu di tuju ketika rindu hangatnya pelukan dalam secangkir kopi panas yang
dapat di nikmati setiap pagi. Akan selalu ku sajikan sepiring cinta ketika ia
sibuk menyaksikan bingar dunia yang mengitarinya.
Aku ingin,
sejauh apa kakinya melangkah pergi, ketika hatinya berpikir untuk pulang, dalam
pikirannya, rumah adalah aku. Tak ku janjikan lapang atau sejuk di dalamnya.
Hanya ku tawarkan kasih yang akan membuatnya nyaman.
Semoga pemilik
rumah di hatiku adalah kau, orang yang selalu ku tunggu segala perginya, selalu
ku rindu segala ketiadaannya, selalu ku nanti segala kembalinya. Pulanglah,
jadikan aku rumahmu, tempat pertama dimana kau bersyukur atas dimulainya
harimu, dan tempat terakhir dimana kau memejam dalam lelapmu.
14
Agustus 2015
Untuk
yang sedang di Pati,
Dalam
Sebuah rindu yang ku peluk sendiri,
Aku
menantimu
F.
Devina N. S.
Komentar
Posting Komentar