Fire Up For Success (Quit Bad Habbits without a therapist)
Aloha,
Siapa orangnya yang tidak mau sukses ? Pasti mau semua deh. Sukses yang aku maksud dalam segala aspek kehidupan yaa. Tapi ternyata, Sukses itu membutuhkan kebiasaan. Jadi hari ini, aku mengikuti seminar yang bertujuan untuk membangun motivasi untuk berubah atau lepas dari kebiasaan buruk. Siapa yang ngga punya kebiasaan buruk sih ? Hayo... jangan ngga ngaku ya ! Seminar yang di bawakan oleh Bapak Hengky Irawan ini bertema Fire Up For Success (Quit Bad Habbits without a therapist). Jadi dari temanya kita semua minimal sudah bisa menebak apa yang akan di ulas dari postinganku hari ini ya?
Kebiasaan Buruk
Siapa yang ngga mau lepas dari kebiasaan buruk ? Tanpa kita sadari, ternyata hal yang di lakukkan berulang dapat menjadi kebiasaan kemudian otak mengeluarkan kegiatan tersebut dari daftar kerjanya dan menyerahkan kegiatan tersebut pada seluruh organ tubuh sehingga organ tubuh seperti sudah terlatih melakukan kegiatan tersebut. Kalau hal yang di lakukan baik sih, oke saja. Kalau buruk ? serem deh ya? Lalu gimana cara menanggulanginya ? kita harus menganalisa 3 hal yaitu, tanda, rutinitas, dan reward.
Tanda
Pada sebuah kebiasaan, tanda merupakan sebuah titik awal atau pemicu yang menjadikan terciptanya sebuah kebiasaan. Contoh yang paling mudah adalah, apabila kita sering terlambat berangkat kekantor. Mari kita analisa tandanya. Apakah kita terlambat hanya ketika akan berangkat ke kantor atau kita memang selalu terlambat pada semua kegiatan ? Jika hanya akan berangkat ke kantor, maka sudah dapat di temukan bahwa kantor adalah pemicu kebiasaan terlambat. Kalau tidak, kita dapat menganalisa beberapa pemicu lain sampai kita benar - benar menemukan tanda sebuah kebiasaan.
Rutinitas
Adalah kegiatan yang kita lakukan setelah otak kita menangkap sebuah tanda. Dari kasus di atas, kita dapat memisalkan, rutinitas yang kita lakukan setelah otak kita mendapatkan sinyal akan berangkat ke kantor. Sebelum ke kantor, biasanya aku berlama - lama di tempat tidur, menikmati kopi, atau membaca koran. Dari beberapa rutinitas tersebut akan menciptakan sebuah titik nyaman sehingga kita tidak lekas berangkat ke kantor. Sehingga apa yang terjadi ? kita terlambat.
Reward
Reward adalah hasil atau pencapaian yang kita dapatkan setelah kita menemukan tanda dan melakukan rutinitas. Reward juga dapat di artikan kepuasan untuk diri sendiri. Kemudian, apa kepuasan dari kasus yang di ulas tadi ? Rewardnya adalah kita dapat menikmati waktu lebih lama di tempat tidur, menikmati kopi atau membaca koran. Atau bisa juga reward yang di sebabkan oleh kita ingin menghindari sesuatu pada tanda. Misal, kita ingin menghindari bertemu seseorang di kantor.
Dalam membahas tiga poin ini, Pak Henky menggunakan uji coba repetitiv pada seekor tikus sebagai contohnya. Hal yang dilakukan berulang oleh tikus menciptakan sebuah kebiasaan baru. Dari tikus ini kita bisa belajar menciptakan kebiasaan dari kegiatan yang di lakukan secara berulang. Pembawaan Pak Hengky yang ramah dan menyenangkan serta di selingi oleh candaan - candaan membuat seminar yang aku ikuti hari ini menjadi berkesan dan mengena. Apalagi aku di tunjuk sebagai volunteer studi kasus kebiasaan buruk. Apa kebiasaan burukku ? Hehe. Aku itu orang yang tidak teliti, cenderung ceroboh dalam semua hal. Hehe. Serem kan ya ? maka dari itu setelah seminar ini aku punya motivasi untuk merubah kebiasaan burukku dan menciptakan kebiasaan baru yang baik. Meskipun berubah itu membutuhkan waktu yang lama. Dan rasanya hampir mustahil, tapi percaya deh, dengan niat, semua bisa di lakukan.
Jadi menurut aku, kesimpulannya adalah, jika kita ingin sukses, kita letakkan sukses sebagai reward atau kepuasan yang ingin di capai. Dari sini, kita dapat menentukan dari mana tanda atau apa yang akan memicu kita untuk melakukan rutinitas yang menjadikan kita sukses.
Baiklaaah segitu dulu ulasan yang dapat aku rangkum, semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca. ^.^
Kritik dan saran di tunggu di kolom komentar yaaa ?
Bye - Bye...
Salam
F. Devina N. S.
Komentar
Posting Komentar