Surat Cinta Untuk Calon Istriku
Nemu postingan lama di facebook. Entah dari mana awalnya muncul surat ini, yang pasti aku dapat dari seorang teman dan aku masih menangis haru ketika membaca postingan ini. Check This out
Teruntuk,
Wanita yang paling kucintai setelah ibu
Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku
hanya berharap esok hari saat dimana kau kecup punggung
tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para
saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu,
sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku
sampai Izrail menghampiri kita.
Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini
jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat
paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat
aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita
sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu
untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di
dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di
sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.
Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku
ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir.
Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara
merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja.
Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan
ayat - ayat suci kepada anak - anak kita nanti. Alquranul
Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku
terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan
jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca
tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku
lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku
pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau
mengaji.
Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam
menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu,
mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu
darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai
penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah.
Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang
rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga
hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun
tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.
Cinta, izinkanlah aku saat esok hari, sebelum kuucapkan ijab
qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan
selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu
melindungimu atas nama laki - laki. Sebagaimana Allah telah
mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.
Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti,
sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah
pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin
saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang
terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang
tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau
lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku
melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya
untukmu hei Batariku.
Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang
hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku
nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat.
Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan
Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang
dimilikinya.
Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak
akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar
keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting
tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan
kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan.
Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku,
sayang.
Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang
menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak
yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada
dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh
Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat
kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya
terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh
dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia
agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila
nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu
dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan
kepadanya.
Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan
kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan
kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi
meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah
bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak
akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan
mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku
tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti
halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan
hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.
Batariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu
berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak
hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku
dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang
kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu.
Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria
yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan
engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau
tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana
seharusnya aku memperlakukanmu.
Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap
waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi
sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku
akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan
habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski
bungkuk bdanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap
memelukmu.
Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan
surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan
pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan
pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu
jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar
mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika
aku melihat air matamu.
Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita
nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku
mencintaimu tak hanya di dunia.
Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar
pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga
diabadikan di taman surgaNya. Amin…
Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku
Calon Imam hidupmu
T.T Subhanallah....
Komentar
Posting Komentar