Pulang

Sayang,
Aku ingin pulang, 
pada sebuah peluk hangat penebus bimbang. 
Larut didalamnya hingga pedih tak lagi terasa. 

Sayang, 
ada selembar dahaga yang ingin kau bubuhi pena bertahta cinta.
Sungguh aku ingin pulang sayang, 
pada kedua bingkai lenganmu yang siap menopang segala lelahku. 
Berbaring hingga waktu mati dengan sendirinya.

Seperti yang kau bilang, 
dunia tak seramah yang kita tertawakan malam itu.
 Ketika aku dan kamu mabuk oleh berbotol botol air mata pilu.

Sayang, 
aku lelah sudah. 
Habis segala kekuatanku.
Ijinkan aku untuk hanyut dalam pelukmu yang sehangat - hangatnya rumah untuk hatiku.

Dariku,
Hati yang gelandangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban