Bijak Pada Diri Sendiri
Beberapa waktu lalu saya berbincang dengan seorang sahabat. Saya banyak menasehatinya ini itu, yah... Memang itulah kelebihan manusia, menasehati orang lain, tapi tidak bisa menasehati diri sendiri. Tapi saya agak sedikit gila, katakanlah begitu. Karena saya hampir setiap detik mengobrol dengan diri saya sendiri, terkadang saya memarahi diri saya sendiri, terkadang saya menyemangati diri sendiri, membahagiakan diri sendiri, atau mengkritik diri sendiri. Meskipun sedikit gila, menurut saya hal itu sangat perlu. SAYA TEGAS KAN SEMUA INI MENURUT SAYA, ALL OF THIS DEPEND ON MY MIND. Jadi kalo Anda sekalian tidak mau disebut gila, lebih baik tidak usah ditiru atau buang - buang waktu membaca artikel saya. THAT'S GONNA WASTING YOUR TIME.
Oke... Lanjoooot...
Mari kita namai Artikel picisan ini " Bijak Pada Diri Sendiri "
Maksudnya Naa ?
Bijak pada diri sendiri serupa dengan bijak pada orang lain. disini saya berkata "BIJAK" yang pura - pura bijak silahkan melipir dulu. Nanti Anda tersinggung saya tidak tanggung oke ?
Nah, ketika kita bijak pada orang lain, kita harus mengerti seperti apa orang yang kita beri kebijakan....
Sama halnya dengan orang lain, kita juga perlu mengerti hati kita untuk menentukan kebijakan apa yang akan kita ambil.
Contoh kasus :
1. Saya lelah karena pekerjaan saya banyak, Saya harus pulang malam, tapi masih ada pekerjaan yang harus saya bawa pulang kerumah.
Answer :
- mengertilah bahwa dirimu lelah, beri dirimu apresiasi.
Yang selalu saya lakukan : " Good Job Naa, nanti pulang kerja beli makan enak, mandi air hangat"
Menurut saya, hal seperti itu akan meringankan beban kita. LAGI LAGI MENURUT SAYA
- Ada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu, maka beri dirimu ketegasan bahwa tanggung jawab adalah hal yang penting.
Yang selalu saya lakukan : "Setelah mandi air hangat ayo kerjakan tugas, agar besok bisa beli makanan enak lagi"
Itu bukan perintah ! Itu support, padahal belum tentu besok bisa beli makan enak lagi tapi setidaknya energi kita terisi.
Dengan begitu, meskipun saya sangat lelah, saya masih bisa mengerjakan tugas. Enak ? Yaa ngga, wong ditipu diri sendiri kok enak. 😂😂
2. Saya disakiti sahabat saya, sahabat saya butuh bantuan.
Answer :
- Hati mu sedang sakit, sebaiknya ditenangkan. Jangan paksa hatimu untuk PURA PURA MEMAAFKAN ATAU MELUPAKAN KESALAHAN. karena hal itu akan semakin melukai hatimu.
Yang selalu saya lakukan : " Its okay Naa, dia memang menyebalkan hari ini, sangat menyebalkan. Kau boleh marah padanya" gila ya ??? Jaman sekarang semua berlomba-lomba untuk terlihat baik. Tapi saya tidak pernah memaksa diri saya untuk memaafkan orang lain. Saya tidak ingin berbuat bodoh. Pura - pura memaafkan dan terus bertemu seolah-olah tidak terjadi apa2 adalah hal yang paling menyakitkan right ?
- sahabat mu itu butuh bantuan. Anda harus mengeluarkan rasionalisme Anda dalam hal ini.
Yang saya lakukan : " dia memang menyebalkan Naa, tapi bukan berarti kamu harus jadi jahat. Setidaknya lihat dia sebagai manusia yg membutuhkan bantuan" dengan begitu, saya tidak akan merasa kesal atau menolong dengan sekedarnya saja.
Menjadi bijak untuk diri sendiri memang sangat tidak mudah. Kita harus tegas, tapi tidak membuat diri kita terpaksa. Kita tidak perlu menahan pemikiran kita, dan kita tidak perlu membebani pemikiran kita sendiri. Karena, pikiran dan hati hanya kita yang tau.
Tuhan memang melarang hati kita untuk iri, dengki, dan berprasangka buruk terhadap orang lain. Tapi Tuhan tidak pernah melarang hati kita untuk kecewa dan merasa lelah.
Tapi Tuhan selalu memberikan solusi untuk kecewa dan lelah kita dengan beribadah. Selesai sudah masalah bukan ?
Dengan bijak pada diri sendiri, kita bisa mengontrol mulut kita untuk tidak melukai orang lain, dengan bijak pada diri sendiri, kita tidak perlu melukai hati kita sendiri, dengan bijak pada diri sendiri, kita bisa mengontrol perilaku kita, dengan bijak pada diri sendiri, kita bisa menerima semua yang terjadi tanpa terasa berat.
Ingat, kita tidak bisa mengontrol pikiran orang lain dan perasaan orang lain.
Tapi kita pasti bisa mengontrol respon otak dan suasana hati untuk menghadapi segala proses kehidupan.
Begitu ?
Sudah yaa cuap cuap kosong dari saya.
Sekian.
😘😘😘😘
Komentar
Posting Komentar