Surat Kenang Kenangan
Dear Galih Fajaryanto,
Untukmu ku tuliskan sepenggal surat terakhir. Aku tidak hendak pergi kemanapun, tapi karena semua yang ada diantara kita sudah tak lagi terhubung, aku ingin melepas juga perasaanku pergi.
Selamat menikmati harimu tanpa aku.
Sudah tidak perlu lagi kau jenuh dengan rengekku,
Muak dengan keluhku,
Atau lelah dengan tingkahku.
Temukanlah bahagiamu sekarang.
Aku pernah menaruh harapku seluruhnya padamu,
Hingga ketika kau memutuskan beranjak, ia patah.
Remuk, menjadi serpihan kecil.
Maaf aku tidak memungutnya, karena pecahan, - pecahan kenangan yang tersisa, melukaiku.
Dengan berdarah - darah aku pergi. Kembali ke hidupku dua setengah tahun silam.
Bedanya, mungkin tak kutemukan lelaki sepertimu yang kelewat kucintai.
Aku memang tamak, melangkahi kodrat tuhan, dengan yakin dan bodohnya menganggapmu milikku. Padahal jika tuhan ingin, dia bisa menyuruhmu pergi kapan saja.
Galih, maaf jika aku merasa, pernah pada suatu titik kau tidak mencintaiku lagi.
Aku sadar saat itu seharusnya aku melepasmu.
Tapi lagi lagi aku tamak.
Sekarang, silahkan melangkah, raih masa depanmu yang cerah, berbahagialah, maafkan aku.
Semoga kelak, dalam benakmu kau mengenangku sebagai orang yang paling menyayangimu,
Karena mulai hari ini hingga nanti, kau akan ku kenang sebagai orang yang pernah sangat aku cintai...
Aku sekarang mengerti bagaimana rasanya cinta yang tak harus memiliki.
Sincerelly
Vina
Komentar
Posting Komentar