Repetitive Tear Drop

Welcome November...

Be Nice and...

Yeah ...

Ini lah waktunya kita bertemu, Nak !
Mengapa begitu ?

Anggap saja kau anakku, meskipun tak pernah lahir karena kau bukan buah cinta.
Hadirmu pun perih, merubah hidupku.
Sempat mencekik erat ulas senyumku.

Mengapa kau ku anggap anakku ??
Karena setiap detiknya aku memantau perkembanganmu,
bahagia karena kau sekarang sudah bisa melakukan banyak hal yang kau suka.
Tak lagi malu aku membawamu pergi kemanapun,

Karena aku sadar, hadirmu adalah pertanda aku wanita kuat.
Tapi dengar, Nak...
Jika saja waktu bisa kuulang kembali,
sungguh hadirmu yang paling kusesali.

Setiap bulan itu tiba,
Pelupuk mataku akan mengembang,
ada lautan yang menggenang di dalamnya.

Bersamanya, hadir pula sesak yang bertubi -tubi.
Aku juga ingin seperti yang lain, Nak ! Jujur saja.

Karenamu, banyak orang memandang sedih...
aku  baik - baik saja seharusnya tanpamu, Nak !

Tak perlu mengulang hujan air mata pilu,

Mari kita hitung saja harinya nak,
bulan lalu, sudah ku habiskan gajiku untuk membeli banyak tissue.

Hitung saja tanggal ulang tahunmu yang ke tiga
bekas lukaku...

Hitung saja sesukamu...

Aku, biar begini saja aku ...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban