Dear You ! Baca Saja Meski Tak Mengerti
Dear setangkai gandum di ladang mawar...
Jika aku jadi coklat lezat, tidak akan pernah merubah apapun. Karena kau hanya akan menjadi beberapa butir kokocrunch di tengah belukar duri. Ya itu jika aku jadi sebuah hal yang nikmat. Seperti beberapa kaumku diluar sana. Perempuan yang membusakan bibir cantiknya dengan janji - janji perubahan yang tak kalah dari para pengusung partai politik.
Pun jika kau memutuskan jadi setangkai mawar juga. Tak akan merubah apapun. Hanya saja aku tak akan mengenalimu karena kau sama dengan yang lainnya. Indah... tapi kejam,
Gandumku...
aku ini hanya burung kecil berparuh pendek. Yang ketika hinggap di ladang padi, petani ke-geer-an bergegas mengusirku karena mengira aku akan memakan tanamannya, padahal aku hanya istirahat. Kalaupun iya, aku tak akan sanggup menghabiskan semuanya.\
Itulah mengapa aku mengunjungimu...
beberapa butir saja ku pinta... sembari ku jatuhkan bijimu meskipun tak sengaja. Hingga lama - lama kau menginvasi ladang mawar.
Biarkan saja hubungan kita seperti ini ...
saling membutuhkan
saling menghargai
saling menghidupkan dan menyembuhkan satu sama lain...
saling bergantung,
saling menikmati,
saling mengambil keuntungan,
Aku tau... semua hal yang kau lalui bersamaku adalah hal - hal yang sangat berat ... ingat, aku bukan coklat lezat sayang ...
maka satu setengah tahun ini aku menekan dalam - dalam egoku, rakusku, sifat manusiawiku, agar setidaknya membuat kesulitan yang kau hadapi berkurang.
Milyaran butir air mataku tumpah tanpa kau tahu...
jangan merasa bersalah...
tapi kumohon, peluk perasaan yang ku beri kuat - kuat ...
aku sangat memohon...
Jika aku jadi coklat lezat, tidak akan pernah merubah apapun. Karena kau hanya akan menjadi beberapa butir kokocrunch di tengah belukar duri. Ya itu jika aku jadi sebuah hal yang nikmat. Seperti beberapa kaumku diluar sana. Perempuan yang membusakan bibir cantiknya dengan janji - janji perubahan yang tak kalah dari para pengusung partai politik.
Pun jika kau memutuskan jadi setangkai mawar juga. Tak akan merubah apapun. Hanya saja aku tak akan mengenalimu karena kau sama dengan yang lainnya. Indah... tapi kejam,
Gandumku...
aku ini hanya burung kecil berparuh pendek. Yang ketika hinggap di ladang padi, petani ke-geer-an bergegas mengusirku karena mengira aku akan memakan tanamannya, padahal aku hanya istirahat. Kalaupun iya, aku tak akan sanggup menghabiskan semuanya.\
Itulah mengapa aku mengunjungimu...
beberapa butir saja ku pinta... sembari ku jatuhkan bijimu meskipun tak sengaja. Hingga lama - lama kau menginvasi ladang mawar.
Biarkan saja hubungan kita seperti ini ...
saling membutuhkan
saling menghargai
saling menghidupkan dan menyembuhkan satu sama lain...
saling bergantung,
saling menikmati,
saling mengambil keuntungan,
Aku tau... semua hal yang kau lalui bersamaku adalah hal - hal yang sangat berat ... ingat, aku bukan coklat lezat sayang ...
maka satu setengah tahun ini aku menekan dalam - dalam egoku, rakusku, sifat manusiawiku, agar setidaknya membuat kesulitan yang kau hadapi berkurang.
Milyaran butir air mataku tumpah tanpa kau tahu...
jangan merasa bersalah...
tapi kumohon, peluk perasaan yang ku beri kuat - kuat ...
aku sangat memohon...
Komentar
Posting Komentar