Midnight Madness : Gloomy Mensiversary
" Selamat empat belas bulan "
Sudah ku duga,
Perasaan kita mulai dingin
Keyakinan dan semangat memperjuangkan sudah aus digerus waktu.
Komunikasi sudah bukan lagi kebutuhan.
Bahkan rasanya sudah tak perlu.
Perasaan berbunga - bunga sudah layu dan membusuk.
"aku cinta kamu" menjelma air.
Sejuk namun hambar.
Entah masih bisa hangat atau semakin beku
Keras, kemudian retak dan pecah berkeping - keping.
Berserak dan melukai satu sama lain.
Tidak punya waktu untukku kau bilang.
Biar saja, jawabku
Aku juga tidak pernah minta.
Biar saja, kataku lagi...
Sudah malas memperbaiki segala yang rusak.
Biar saja... Toh lukanya tak berdarah.
Sudah ku duga,
Perasaan kita mulai dingin
Keyakinan dan semangat memperjuangkan sudah aus digerus waktu.
Komunikasi sudah bukan lagi kebutuhan.
Bahkan rasanya sudah tak perlu.
Perasaan berbunga - bunga sudah layu dan membusuk.
"aku cinta kamu" menjelma air.
Sejuk namun hambar.
Entah masih bisa hangat atau semakin beku
Keras, kemudian retak dan pecah berkeping - keping.
Berserak dan melukai satu sama lain.
Tidak punya waktu untukku kau bilang.
Biar saja, jawabku
Aku juga tidak pernah minta.
Biar saja, kataku lagi...
Sudah malas memperbaiki segala yang rusak.
Biar saja... Toh lukanya tak berdarah.
sialaaaan mbakna! Aku suka tulisanmuuu!!!!!
BalasHapusahh ... unu ... sampai kapan kita menyukai satu sama lain tanpa temu
Hapusnice post mba :)
BalasHapusThank you ... maaf blognya jarang dibuka
Hapus