Hati
Aku sedang duduk bercumbu dengan angin,
Tertawa amgkuh bersama sang penebar terik,
Bisuku riuh mengeja awan yang berlarian.
Sendiri, yang tak benar sendiri....
Bersama mereka,
Ku pintal seutas keputus asaan.
Pedih ku hasut hingga hanyut.
Kemudian jemari langit yang gesit,
merogoh sakunya,
di sodorkannya padaku,
sebuah cerita baru.
Hadiah hati ini,
ku tempel bersama sajak - sajak rindu,
ku lipat rapat,
Kemudian ku larung di samudra harapan.
Semoga ada keajaiban yang meniupnya hingga labuh...
Kemudian ada sebuah doa manis yang tersisip,
kala aku memeta nebula - nebula kecil yang serak di matamu,
Hati, jatuh cintakan kami, semudah dan sesederhananya,
setulus mentari sinari dunia...
Tertawa amgkuh bersama sang penebar terik,
Bisuku riuh mengeja awan yang berlarian.
Sendiri, yang tak benar sendiri....
Bersama mereka,
Ku pintal seutas keputus asaan.
Pedih ku hasut hingga hanyut.
Kemudian jemari langit yang gesit,
merogoh sakunya,
di sodorkannya padaku,
sebuah cerita baru.
Hadiah hati ini,
ku tempel bersama sajak - sajak rindu,
ku lipat rapat,
Kemudian ku larung di samudra harapan.
Semoga ada keajaiban yang meniupnya hingga labuh...
Kemudian ada sebuah doa manis yang tersisip,
kala aku memeta nebula - nebula kecil yang serak di matamu,
Hati, jatuh cintakan kami, semudah dan sesederhananya,
setulus mentari sinari dunia...
Komentar
Posting Komentar