Pulang

Bunda,

Apa kabar ?

Saat ini aku ingin pulang.
Bukan sekadar hilir mudik di stasiun menyandang ransel,
Bukan pula sekadar menikmati petak siluet bumi dari jendela kereta.
Bukan Bun,

Aku ingin pulang sebenar - benarnya pulang.
Memeluk ragamu yang tangguh,
Dan merasa dekat dengan tempat dari mana aku berasal.

Biar saja ku sesap peluh yang resapi bajumu,
Agar selalu dapat ku ingat aroma keteduhan darimu.
Ku sandarkan kepala di bahumu,
Agar hutang - hutang rindu yang menggunung terbayar sudah.

Jangan di lepaskan Bun,
Seberapa pun kau ingin dengar suaraku bercerita kabar.
Biarkan aku tengelam sebentar di
surgaku,
Aku takut gelombang ego menyeretku lampau jauh
Takut tak dapat lagi kurasakan pulang.

Biarkan saja begini Bun,
Biar jenuhku lebur dalam hangat kasihmu.

I miss you Bun...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban