Petangku Merinduimu

Selamat Petang,

Aku menemuimu dengan telapak tangan tertelungkup, dan dahi yang beradu mesra dengan sajadah. Menenggelamkan diri dalam syahdu pembicaraanku dengan-Nya. Tak banyak yang ku ucap, hanya tiga kata. Aku rindu padamu. Sisanya, dengan kedua bibir yang terkatup, Dia sudah mendengarnya dari tangisku.

Rindu - rindu itu masih ada, di sela - sela jemari tangan kami yang menengadah. Kami perempuan - perempuan pejuang cinta, yang tangguh hatinya. Perempuan yang dahaga keteduhan. Kemudian Dia berkata, bahwa kami harus bersabar jika menginginkan suatu perkara. Betapa baik Dia.

Kemudian Dia juga memberi tahuku, bahwa kelak akan ku temukan seseorang yang berjuang untukku. Seseorang yang di sela jemarinya yang menengadah, terselip rindu untuku. Entah itu kau atau tidak. Yang jelas aku hanya merindu. Boleh kah ?

Aku menikmati rindu ini sendiri. Seperti menikmati secangkir kopiku saat senja bersama heningnya ruang kepala.

Senjaku tentu saja. Yang hening tanpa suara. Sedang senjamu sudah pasti bingar seperti cahaya lampu metropolitan. Lantas ku renunginya, bersama seuntai doa untukmu. Semoga kau baik saja pula semoga kau rasakan rinduku.

Aku masih dalam sujudku. Aku ingin lebih lama tenggelam di sana. Berkeluh tentangmu, jua seutas rinduku yang tak berkesudahan.

Untukmu

Pemilik nama dalam doaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban