Mengapa ?
Mengapa malam hitam dan mendung kelabu ? Mengapa banyak hati yang muram bersamamu ?
Mengapa tak pagi ? Apakah mentari terlalu ceria ?
Padahal bulan itu indah, bintang itu ramah. Mengapa air mata yang tertumpah ?
Mengapa aku, mengapa kamu ? Mengapa diantara kita ada senjang yang membeku ? Mengapa Luka ? Apakah hati terlalu lengah ?
Padahal Cinta itu tak pernah salah.
Mengapa perih yang tertatah ?
Mengapa kita ? Mengapa berjumpa ? Hanya aku dan sejuta mengapa yang mulai lelah. Kosong ini pedih, sepi ini luka. Hanya aku tersisa, duduk di antara jengah dan amarah.
Komentar
Posting Komentar