Mawar & Dandelion
Penghujung senja, angkasa bias semburat keemasan. Di sebuah petak kecil kebun belakang, tumbuhlah sebatang pohon mawar di antara rerimbunan dandelion yang bergoyang - goyang seirama tertiup angin sore.
Terdengarlah pembicaraan setangkai mawar dan setangkai dandelion yang sudah lama bersahabat.
"Selamat senja dandelion"
"Sebentar lagi hujan"
"Hah?" Mawar mendongak kelangit. Memandangi segumpal stratokumulus yang menggantung rendah di ladang sinar kekuningan.
"Sebentar lagi angin kencang"
"Hah ? Terus?"
"Sebentar lagi aku terbang"
"Hah ? Jangan !"
"Kok jangan ?"
"Ngga boleh !"
"Lho ?"
"Nanti ku lindungi ! Aku janji !"
Kemudian angin mulai berhembus sembari menitikkan hujan. Mawar merunduk. Memeluk dandelion kecil. Perlahan satu persatu anak - anak dandelion beterbangan ke angkasa.
" Jangan dandelion ! Jangan !" mawar terisak. Air matanya jatuh beradu dengan tetesan hujan.
"Sudahlah Mawar lepaskan" anak - anak dandelion masih terus berterbangan.
" Jangan ! Aku tak mau sendirian !"
" Kau tidak benar sendiri mawar sudahlah....... " Kemudian anak dandelion terakhir terbang.
Senyap, hujan senja yang berderai itu menjadi senyap. Mawar basah. Mawar bersedih. Mawar merunduk.
Malam tiba, bulan baru menyala dengan angkuhnya. Mawar masih bersedih. Terus menangis hingga kelopaknya kusam. Merunduk sepanjang malam. Mawar rapuh. Kelopaknya berjatuhan selembar demi selembar.
Pagi mengalahkan gelap. Sinar mentari merayap dari ufuk timur. Menghangatkan setiap makhluk di muka bumi. Sebuah tangan memetik mawar yang layu. Kemudian di buangnya mawar di atas padang rumput di samping kebun. Mawar semakin sedih. Kini ia tergeletak menanti busuk di atas rumput.
"Mawar"
"Hah?" Mawar terkejut namun lemah. Tubuhnya tak lagi bisa terangkat,
" Mawar, ini aku dandelion. Aku tumbuh di sini"
" Hah ?"
" Anak - anak dandelionku yang di semai angin jatuh kemari. Aku akan lekas besar"
" Iya, tapi aku layu"
" Sudah ku bilang kan jangan sedih"
" Iya "
" Aku akan besar tapi kau akan mati "
" Iya heheh..... Selamat tinggal dandelion" terik surya mengeringkan tubuh mawar.
" Selamat tinggal mawar" dandelion menangis terisak. Tangisnya lebih pedih dari tangis mawar yang lalu.
Komentar
Posting Komentar