Cerita Pena Tentang Buku


Aku pena dan kau buku.
Inilah perbedaan kita :

Aku hitam, padat dan kau putih, lembut.

Begitu bersih hingga ku nodai. Ku ukir kenagan di atasmu. Kisah manis, pahit dan terkadang bon belanja.

Itu kau, yang sedemikian tenang menyesap tinta yang ku goreskan tanpa bisa ku ambil kembali. Hingga aku, juga kau akan habis.

Ada perbedaan lagi :

Ketika habis, tempat sampahlah rumah baruku.
Sedang kau, tersusun rapi di sebuah laci.
Kelak jika ada hati yang merindu, kau akan kembali di buka, dan dibaca. Lalu mereka menangis, tersenyum bahkan tersipu.

Aku yang menulismu, tapi kau yang selalu dibaca.
Adakah aku iri ? Tidak

Inilah cintaku padamu. Bisa kau ambil hingga habis. Sesukamu. Tanpa bisa ku minta kembali.

Kemudian aku lenyap dari hadapmu.
Tak mengapa. Cukup ku bersyukur, meskipun setitik aku pernah menoreh kisah pada halamanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban