Tersesat Sesal Kesal

Rengkuh tangan ini,
Tak sanggup mencegah surya
Beranjak turun berganti malam

Kaki kakiku terlanjur melangkah.
Alam pikir larut kedalam ego
Tetes demi tetes jatuh kedalam emosi

Kepala ini sudah ku tenggelamkan
Separuhnya dalam gelapnya masalah
Hilang sudah nafas kedamaian

Mengapa tuhan tidak pernah menjanjikan
Akan ada rumah untuk perasaan perasaan yang berkelana untuk pulang?
Karenanya kini aku tersesat

Tuhan memang tidak pernah berjanji
Tapi aku tetap melangkah pergi
Sesal

Sesal ini pekat, membungkam mulutku erat
Membiarkan tetes tetes air mataku mengambang
Berterbangan dalam imajinasi

Kesal sesak mendorong perasaan perasaan lain keluar dari cangkangnya.
Menenggelamkan seluruh tubuhku.
Membiarkannya mencair dalam kenangan.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban