Sepenggal Rindu


Hai,

Aku sedang memandikan kucing - kucingku. Lalu angin yang bertiup mengingatkanku padamu. Aku di sini, bercengkerama dengan senja di atas atap rumahku.

Masih perdu, matahari sore di bulan maret menghangatkan jiwaku. Aku terus menulis ini, meskipun ku tau kau tak akan sempat membacanya.

Apa kabar ? Sibuk ? Jarang ku lihat tulisanmu berkeliaran di layar handphone ku. Altostratus berbaris - baris mereliefkan wajahmu yang sejatinya tak pernah kutau. Stratus terkekeh cinta apa yang hendak ku lukiskan. Bertemu saja kita tak

Diksi apa yang harus ku pilih untuk menyampaikan cinta ini pada semesta ? Aku lelah di tertawakannya. Harus apa pula ku teriakkan pada ufuk untuk meyakinkan ku cintaimu ?

Pohon belimbing depan rumahku bergemerisik, membaca sepenggal rindu yang ku ulas di rona wajahku. Kau juga rasakan kah syahdu ini ?

Ku yakin barisan kalimat ini takkan mewakili. Suara hati yang meneriakkan rindu pun takkan terdengar. Namun doaku sejak itu belum terhenti. Adakah malaikat sampaikan padamu ? Jatuh cinta ini kelamaan menyesakkanku.

Bicaralah jika kau tahu, sekedar memulai agar ada petunjuk yang dapat ku yakini.

Salam

Aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban