Selamat tinggal, sayang...
Denting hening geming, sayang
Detak jantungku sendiri berdentum kencang - kencang di kepala
Hampa apa yang kurasai ini, sayang ?
Getir sibuk mengikir cinta
Duduk sendiri aku,
Menikmati secangkir hangat keputusasaan
Pedihnya menguap di udara
Bersama berat hela nafasku, sayang
Menyanggah pelukan kosongmu
Adakah kau senang sayang ?
Menari di udara mengepakkan sayap - sayap kepuasan
Hati ini membiru olehmu
Lebam - lebam di hantam kenyataan
Rubuh aku sayang
Lihat elok ku tersungkur
Aku luka lagi duka sayang
Lantas Tuhan datang menepuk bahu
Ia menjawab tanpa ku tanya sayang,
Bias segala lara seketika
' mengapa begitu pilu nak ?' bisiknya lamat - lamat beriring syahdu
Tumpah segala gamang yang menggerayang
Kemudian lapang sayang,
Sejuk hati di hembus nyala harapan
Kuat tanganNya memapahku sayang,
Hangat pelukNya,
TelapakNya di usap ke punggungku.
Sudah tenang, sayang
Lalu di gandengNya ku menjauhimu
Selamat tinggal, sayang...
Detak jantungku sendiri berdentum kencang - kencang di kepala
Hampa apa yang kurasai ini, sayang ?
Getir sibuk mengikir cinta
Duduk sendiri aku,
Menikmati secangkir hangat keputusasaan
Pedihnya menguap di udara
Bersama berat hela nafasku, sayang
Menyanggah pelukan kosongmu
Adakah kau senang sayang ?
Menari di udara mengepakkan sayap - sayap kepuasan
Hati ini membiru olehmu
Lebam - lebam di hantam kenyataan
Rubuh aku sayang
Lihat elok ku tersungkur
Aku luka lagi duka sayang
Lantas Tuhan datang menepuk bahu
Ia menjawab tanpa ku tanya sayang,
Bias segala lara seketika
' mengapa begitu pilu nak ?' bisiknya lamat - lamat beriring syahdu
Tumpah segala gamang yang menggerayang
Kemudian lapang sayang,
Sejuk hati di hembus nyala harapan
Kuat tanganNya memapahku sayang,
Hangat pelukNya,
TelapakNya di usap ke punggungku.
Sudah tenang, sayang
Lalu di gandengNya ku menjauhimu
Selamat tinggal, sayang...
Komentar
Posting Komentar