Perjalanan Menuju Dewasa
15 Maret lalu aku mendapat kabar, seorang sahabat terluka kena bacok orang - orang mabuk. Hatiku tergerak, hidupnya lebih unik dariku. Tak lagi bisa ku sombongkan diri. Bergegas melihat keadaannya, aku dan teman - teman yang lain menuju kontrakannya.
Jalanan cukup jauh dan sepi. Sembari membonceng aku menimang apa - apa saja yang terjadi dan ia ceritakan padaku. Ku pikir benar bahwa setiap manusia punya porsi masalah masing - masing dan ku pikir porsi masalahnya cukup besar, mungkin derajat yang sedang di perjuangkannya cukup tinggi.
Sebulan lalu ia bercerita, masalah hidup keluarganya yang tak bisa di tangani oleh nalar pikir orang biasa, untung hatinya cukup tegar untuk memilah keputusan. Nasib baik aku tak mendapatinya bunuh diri. Amit - amit jangan sampai terjadi.
Lamunku di buyarkan oleh suara motor berknalpot kaleng. Aku ngeri dengan suara motor seperti itu karena konon, maling dan begal sering menggunakan motor seperti itu. Tiba - tiba saja aku jadi khusyuk komat kamit berdoa memohon lindungan Tuhan, agar perjalananku lancar dan aman.
Akhirnya sampai lah aku. Ku lihat dia masih baik, belum usai Tyfus menyerang, di tambah luka bacok 17 jahitan. Harus tabah yang seperti apa yang ia tampakkan? Tapi aku yakin, Tuhan sekedar ingin memberi tahu sesuatu. Mungkin dia hanya perlu lebih mendekat untuk mendengar apa yang hendak Tuhan bisikkan.
Dia masih bisa tertawa, hatiku sedikit lega, meskipun sedari datang aku sudah ingin menitikkan tangis, tapi usahaku menahan tak sia - sia. Melihat keadaannya entah aku turut merasa sakit. Membuatku mengingat rasa sakit lukaku. Tapi ku lihat dia makin dewasa, menghadapi cobaan yang sedang di alami. Aku bersyukur.
Tuhan, jika benar ini adalah perjalanannya menuju pendewasaan, iringilah setiap langkahnya dengan rahmatMu, topang bahunya ketika mendapati ujianMu. Sesungguhnya, ia hanyalah manusia yang hidupnya Kau tugaskan berusaha dan berdoa. Seperti aku, dan yang lainnya. Bantulah kami yang sejatinya tak berdaya tanpa kuasaMu.
Dear Mas Kenti, Gws broo !
Komentar
Posting Komentar