Masih Merindu


Hai,

Petang ini aku termenung, bersama segenggam doa yang ku tebarkan pada ladang harapan. Agar kelak ketika tumbuh subur dapat ku tuai lalu  ku jadikan mahar untuk  teduhnya cinta.

Aku merinduimu laksana malam merindukan pagi. Seerat gelap memeluk bintang - bintang. Ingin rasanya ku renggut nafasmu kemudian ku penjarakan dalam nadiku. Sehingga kau tak kuasa hidup tanpa mendengar denyutnya.

Apa daya, langkahku kerdil. Jiwaku lemah. Tertatihku, terseok mengejar keakuanmu. Tapi tak apalah, nyatanya hanya kau yang sanggup membuatku berlari di tengah diamku saat ini.

Bersama hati yang di pahat cinta, di ukir nestapa dan di tatah rindu, aku duduk di sini, menungguimu kembali, barang kali kau luluh melihatku tak kuat berlari.

Nafasku tersengal, pedih luka di gurat kenyataan menderu. Seiring melelehnya tetes airmata menantimulah yang jadi alasanku. Berdiam diri di sini menelisik tapakku yang ternyata cukup jauh.

Adakah kau mengerti?
Aku lelah namun resah ?
Jikaku tak berlari,
Khawatir hatimu dimiliki

Dariku
Yang merindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban