Cerita Patah Hati

Hening menyergap aku
Mengikatku dalam tempurung gelapnya
Cahaya mata aku berpendar
Kemudian bias bersama kalimatmu

Setumpuk kenangan hangus
Di sapu angin bagai serpihan abu
Menjerit - jerit hati aku
Memaki segala dustamu

Serapah mengalir tumpah dari mulut aku
Tapi nurani enggan turut.
Ada rindu yang belum tersirat Tuhan !
Ada cinta yang belum terucap.

Tahun seakan larut dalam detik
Gelap mata aku
Melihat tapak demi tapakmu beranjak dari aku.

Tiada benang yang kuasa ku tarik
Tiada rintang kuasa menghalang langkahmu
air mata basah di pipi aku
Hanya mampu mengulas cerita
Kisah patah hati aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban