Aku


Halo,

Matahari memancarkan bias keemasan pada langit barat petang ini. Bermandikan cahaya yang kaya, lagi - lagi aku duduk disini. Di atas atap seorang diri. Menghirup angin yang semilir hangat, menari - nari menggoyangkan rambutku. Burung - burung terbang kembali bersama kawanannya meninggalkanku yang merinduimu.

Daun - daun bergesekan di dahan seolah mengucapkan selamat tinggal pada awan yang bergerak dinamis. Bunga pukul empat mekar untuk yang kedua kalinya. Mata dan jiwaku yang kini di manjakan. Seperti tak ingin beranjak dari lamunku tentang kamu yang juga dia.

Tak bisa lagi ku lukiskan, perasaan damai yang bergelayut mesra di dalam hati. Merinduimu, sembari menelanjangi indahnya alam senja ini sudah seperti candu. Matahari yang sudah meringkuk lelah sayup - sayup mulai tertidur, seolah ingin mengecupnya agar segera lelap.
Agar esok lekas tiba, sehingga dapat ku lantunkan doa - doa pagiku untukmu.

Sekali lagi terima kasih semesta, yang sudah memelukku dengan segala keindahanmu. Dan sudah menciptamu yang juga dia. Melarutkan segala cemas dan sepiku. Membuatku terus bersyukur pada hidup yang tenang ini. Cukuplah aku merinduimu. Memelukimu dalam imajinasiku.
Cukuplah aku...

Sampai disini saja dulu, aku masih menuliskan keindahanmu di buku diary. Masih tentangmu sampai saat ini. Tenang, aku masih akan meminjamkannya meski aku akan tersipu dihadapanmu.

Dariku,

Yang lagi - lagi menggenggam pena

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban