Untuk Fretilia


Halo Nak,

Sudah bahagia kan hari ini ?
Semalam teman - temanmu datang mengunjungimu.
Ku lihat kalian terbahak sampai sesak.
Menghabiskan bergelas - gelas teh hangat dan berbungkus - bungkus martabak yang mereka bawa sendiri.

Ku lihat kamu kepusingan mencerna nasihat yang teman - temanmu berikan. Meskipun mereka mengatakannya sembari tertawa. Kamu lihat raut wajah mereka nak ? Bebas sekali seperti sedang melepaskan sesuatu yang membebaninya. Kamu juga lakukanlah seperti itu.

Sampai kapan energi senang itu akan bertahan ? Semoga cukup untuk menemanimu menanti mereka datang kembali. Kau lihat nak, semalam itu lagi - lagi matamu terbuka. Bahwa mereka tak pernah melupakanmu, melainkan sedang menghadapi hidupnya sendiri. Terkadang rindumu yang membabi buta itu, jadi tidak masuk akal.

Tapi syukurlah nak, pemikiran - pemikiran picikmu akhirnya terpatahkan. Mereka punya kehidupan selain bersamamu. Hidup mereka terus berjalan dan tidak sepertimu yang menghentikan kehidupanmu. Kamu semudah itu memutuskan menyerah sehingga tak dapat mengejar mereka dan sekarang kamu sendiri yang kesepian. Tapi kamu malah menyalahkan keadaan.

Bangun lah nak, tak masalah jika batang - batang rokok yang menemanimu mengarungi kerasnya kehidupan seperti dulu. Asal kamu menemukan kembali jalanmu. Tak masalah jika kelelahan membuatmu lelap dalam tidur. Asal usiamu kembali berguna. Lekas lah agar kamu tak membeku dalam dinginnya kesepian.

Ingat nak, ada banyak hati yang menaruh harap di benakmu.

Dariku yang tak pernah jauh darimu, Nak.

Hati Kecilmu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban