Surat Perkenalan ( Telat )

Teruntuk teman sejagat nusantara,

Hai, halo, aloha bagaimana harus ku mulai ? Ada jutaan kata sapa tersebar di tanah pertiwi. Berjuta insan bersama budayanya tumpang di sini.

Jelang 26 hari sudah bunyi - bunyian dari ruang kepala di wujudkan dalam aksara. Tapi belum seguratpun tertoreh kata kenal. Lantas kalian terpekik dalam hati. Pun terkekeh. Kiranya aku terlambat amat sangat. Maaf jika aku masih bertumpu pada pepatah 'lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali'.

Aih ... Pelasuh ini banyak alasan rupanya.

Sejujurnya aku kelupaan. Di gagahi semangat yang kelewat, aku sibuk dengan surat - surat filantropi hingga lupa unggah - ungguh berkenalan. Maaf lagi.

Sedikit kisah, raga ini milik si periang yang laik di kawani. Telah hidup sekisaran perempat abad, di anugerahi garis takdir istimewa. Tumbuh sebagai pribumi di pekarangan asem nan asri.

Ahh ... Surat ini sedikit serius kelihatannya ...

Lalu bagaimana setelahnya ? Salam kenal, atau apa yang harus ku ujar ? Di jerat canggung ku tuntaskan sapa. Jadi, bagaimana aku tak canggung, sedang yang ku rais adalah perhatian kalian, pemilik mantra - mantra syahdu. Seolah dihadapkan pada batas yang begitu tegas, hati ini ganar melangkah.


Namun nurani tak gentar, tak ingin dikata congkak pun merasa besar. Akhirnya surat perkenalan ini menyeruak tumpah dari dalam pikiran. Jadi begini kiranya akan ku tulis :

Halo,
Salam kenal,
Aku Vina,
Tinggal Di Semarang, Jawa Tengah Indonesia,
21 tahun,
Cita - cita menjadi presiden

Kemudian ada yang ingin di tanya ? Dengan girang akan ku tebus penasaran.

Kiranya demikian. Surat perkenalan yang membosankan. Kelak semoga ada yang ingin berkawan, dan tempat berbagi kepenatan.

Salam Kenal,

Fretilia Devina Nova Setyorini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban