Seseorang Yang Tiba - Tiba Menghilang
Hai,
Aku seperti duduk di halte untuk menunggumu. Karena kau tak kunjung datang, beberapa kendaraan yang lewat dan singgah sejenak ku acuhkan. Karena apa? Kendaraan yang tadi singgah untuk menaikkan dan menurunkan penumpang itu, tak akan membawaku kepada tujuanku.
Waktu itu kau datang, menghentikan laju kendaraan yang kendalinya kau genggam. Dan aku sebagai penumpang. 'Bisakah kau membawaku pada tujuanku?' Kau terdiam. Sepertinya aku melupakan stiker 'dilarang berbicara pada supir bus' yang kau tempel rapi di jendela kendaraan ini. Baru sepenggal jalan, dan aku belum menemukan tujuanku. Tapi kau menurunkanku begitu saja. Hampir setiap hari aku menumpang dan di turunkan.
Tapi hari ini, kau tak jua muncul. Hati ini terbalut gelisah adakah orang yang sedang kau antar ke tujuannya ? Ataukah kau tidak lagi punya waktu menghentikan laju kendaraanmu untukku?
Kau yang tiba - tiba menghilang, aku sabar menunggumu disini. Bahkan jika kau tak lagi punya kendaraan untuk ku tumpangi, kau bisa datang dan berjalan bersamaku. Bisikan padaku kemana kau akan pergi. Maka kaki - kakiku akan mengantarmu kesana. Karena tujuanku adalah kamu.
Dariku
Yang menunggumu
Membaca suratmu dengan secangkir kopi memang begitu nikmat, tak mampu berhenti :)
BalasHapus