Sekitar 60 Menit
Untuk Tuhan Yang Maha Mengerti,
Aku terduduk di sudut gelap ruang kamar, mengurai butiran air mata setetes demi setetes. Meratapi ketakberdayaanku menggenggam ekor waktu yang senantiasa mengular. Nalarku mengembara kedalam alam pikir yang luas dan gelap. Melumatkan semua kesalahan yang pernah aku perbuat.
Tuhan,
Dosa mana yang sedang Kau balaskan? Karma dari luka mana yang sedang Kau tangguhkan? Dirajam kelelahan yang amat sangat, aku tertatih. Aku ingat pernah menanam yang sedang ku tuai saat ini. Teringat apa - apa saja yang ku siangi untuk memudahkan jalanku. Apa - apa saja isyarat langit yang ku tepikan.
Tuhan,
Tipis sudah asaku untuk melangkah maju, sedang jika menyerah, aku akan menjadi orang yang Kau benci. Napas ini tinggal sepenggal. Apa lagi yang ingin Kau wujudkan untukku hadapi ? Sanggupkah raga ini mengadu nyali ?
Tuhan,
Sekitar 60 menit aku duduk disini, meratapi liang yang ku gali sendiri. Menepis sejumput ego dan emosi. Tuhan, aku tidak marah, meski jatuh bangun hingga lelah. Tak ku pinta semua berhenti. Hanya berilah cukup kelapangan hati.
Tuhan,
Maafkan hati ini, yang sering memekik dan memaki. Hanya itu sisa kekuatan yang ku miliki. Hidupku bagai sebongkah kayu yang mengambang terombang ambing lautan. Di godai terpaan bayu yang bertiupan. Tapi aku selalu tau, semua ini cukup dengan kemampuanku.
Tuhan,
60 menit begitu singkat, mari bertemu ketika Sholat. Terima kasih terus ku lantunkan, agar jiwa mendapat kedamaian.
Terima kasih Tuhan, atas segala berkat dan kelapangan.
Salam
Dariku yang butuh pelukan.
Komentar
Posting Komentar