Not Always There ( Part 5 )

Sampai akhirnya Rob mengajaknya menikah. El tak bisa mengelak karena Rob yang membantu menyembuhkan luka - lukanya. Dan Rob yang membuat El merasa lebih baik sepeninggal Ji. Ayah El tak lagi perduli padanya. Maka El akhirnya menikahi Rob.

Setahun setelah pernikahan yang tidak El duga akan membuatnya sebahagia ini, Ji muncul kembali. Ji datang kerumah yang dulu ia dan El tinggali. Ji mungkin pintar tapi ia lengah akan sesuatu. Ia lupa bahwa seseorang tidak selamanya bisa menunggu. Di ketuklah pintu bekas rumah mereka. Ji terkesiap. Bukan lagi El yang membuka pintu penuh harap akan kepulangannya.

Rob dan Ji saling bertatapan. Dua orang yang pernah ada di hidup El, kini bertemu. Rob dengan tenang menanyakan apa maksud kedatangan Ji. Lalu Rob menjelaskan hubungannya dengan El. Ji terperangah, air matanya tiba - tiba saja jatuh. Penuh sesal yang menyesakkan, Ji tertohok oleh kenyataan. Kenyataan bahwa El tak lagi menunggunya. Orang yang selalu Ji pikir akan menunggu dengan sabar dan setianya, ternyata bisa juga pergi. Ji beranjak dengan terhuyung - huyung. Di cokok rasa sakit Ji meninggalkan bekas rumahnya.

Ji meringkuk di rumah reotnya. Setelah di tinggalkan Sarah beberapa bulan yang lalu hidup Ji payah. Kemudian hari ini Ji mendapati El sudah bersama yang lain. Ji terus menangis hingga lemas. Aku bisa saja membuat Ji bunuh diri. Tapi aku ingin Ji mendapat balasannya. Aku ingin Ji tau bahwa menunggu itu menjemukan. Kini sudah ku atur alurnya, Elena hidup bahagia dengan Robbert dan Jimmy sengsara di tinggalkan oleh Sarah.

Selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban