Merindui Denita
Hai Ta,
Rindu - rindu yang menggunung, memaksaku menulis surat ini untukmu.
Apa kabar Ta ?
Sudah berapa tahun kita tidak bertemu ?
Dulu kita pernah sangat tidak terpisahkan ya ?
Apa kah kau masih sering menangis di sudut kamar ? Semoga tidak ya ? Karena tidak ada aku yang membuatmu tertawa. Lagi pula seseorang yang sering menyakitimu itu sudah pergi kan ?
Rasa - rasanya aku tenggelam dalam kenangan - kenangan kita. Aku terus bertanya kapan Tuhan memberiku kesempatan untuk mengulangnya lagi. Apa daya Ta, jarak dan keterbatasanku sedang bekerja sama sepertinya.
Terima kasih ya, Ta. Cemilan - cemilan yang kau kirimkan itu sedikit mengalihkan perhatianku dari kesepian ini. Kau masih mengingatku ya ? Aku senang sekali. Ingin rasanya memelukmu hangat seperti dulu. Berburu sepatu bersama - sama, Jalan - jalan malam, mengerjai orang, dan hal - hal menyenangkan lainnya.
Tapi Ta, jika kita bertemu lagi, ku rasa kita sudah terlalu tua untuk mengulanginya. Hahaha. Oh ya Ta, ku dengar kau sudah memiliki kekasih baru ya ? Kau ini .... Mendahuluiku ya. Aku masih jomblo Ta, tapi setidaknya aku lebih bahagia dari sebelumnya.
Sudah ya Ta, tanganku capek. Berbahagialah bersama kekasih barumu. Jangan menangis lagi. Menangisnya nanti saja ketika kita bertemu. Doakan aku, semoga Tuhan memberiku kesempatan untuk datang kembali kesana.
Sampai Jumpa Ta
Dariku
Naa
( hanya kau dan aku yang tau dari mana panggilan itu berasal. Sssttt masih tetap rahasia yah ?)
Semoga masih dalam keadaan rahasia :)
BalasHapus