Membendung Hati Yang Remuk Redam


Assalamu'alaikum Buk,
Bergumul dengan jutaan rasa bersalah aku menulis surat ini. Lucu sekali rasanya buk, bukannya mengobrol denganmu yang duduk di hadapanku, aku malah menulis sepucuk surat ini. Di tempat dimana tidak bisa kau baca karena gagap teknologi.

Buk, aku melihatmu yang lantang tertawa renyah di hadapanku. Hati ini bergetar, buk. Bagaimana ibuk bisa membendungnya ? Maksudku, hati ibuk yang remuk redam itu, bagaimana membentenginya sehingga tak kulihat setetespun air mata yang memberontak keluar dari sudut matamu.

Hampir kering rasanya, air mataku setiap hari berlarian turun ke pipiku menahan kelelahan ini. Perasaan kita sama buk, remuk menjadi residu. Kecelakaan itu merusak tanganku, anak pertamamu. Anak yang sering mendengar kau banggakan di hadapan hingar bingar dunia. Kini aku tersungkur, bekerjapun belum mampu. Aku tahu perasaan nyeri yang kita bagi berdua ini.


Bagaimana buk, kau tetap memiliki hati yang murah, kepada semua orang yang terbahak, hingga terkencing melihat kita yang sedang bergandengan di dalam lubang hidup yang dalam. Bagaimana ibuk tetap kuat menyokongku naik, agar aku keluar lebih dulu dari kegelapan, meskipun kau tahu aku tak yakin bisa menarikmu kemudian. Bagaimana bisa kasihmu tak terbatas seperti itu buk ?

Ajari aku membangun pertahanan, hati yang murah dan kasih yang tulus tak terbatas. Maaf buk aku meminta terlalu banyak, karena sungguhlah aku ini bergelimangan kekurangan.

Maaf buk, aku tak dapat menuangkan semua dalam celoteh, karena yang ku tau, seusiaku ini sedang di banjiri luapan ego dan gengsi. Aku juga tak ingin melihatmu menumpahkan tangis karena terpancing kalimatku.

Sekian saja buk, sisanya akan ku tumpahkan dalam doa yang ku haturkan kepada Pencipta kita. Semoga Tuhan kita melimpahkan jutaan kasih kepadamu untuk membalas hal yang tak mampu ku kembalikan.

Tetaplah tersenyum buk,

Salam hormat,

Anak gadis yang duduk di hadapanmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban