Jatuh Cinta Yang Terakhir


Kepadamu,
Yang namanya enggan ku sebutkan.

Terima kasih yang tulus ku ucapkan dari hati. Karena kau sudah sedia repot - repot menyiramkan air garam pada lukaku yang menganga.

Lupa ya ? Mari aku ingatkan...

Ingatkah waktu itu, ketika aku bercerita padamu bahwa aku sedang patah hati. Lelaki baik yang bersamaku, pergi meninggalkanku. Saat itu, bait demi bait kalimatmu yang menyenangkan, membuatku lebih tenang. Aku bahkan lega, luka besarku mulai menutup. Aku bersyukur, Tuhan menciptakan orang sepertimu.

Hai kau, yang dalam hubungan samar kita, kau ku panggil "cinta".  Aku tau, kau pasti merasakan bahwa kata - katamu lah yang sedang ku percaya. Aku ingat kau pernah bilang, bahwa kau adalah orang terakhir yang bisa ku datangi ketikan dunia menolakku. Kalimat itu, menghipnotisku sehingga aku tak berdaya, bergantung di kedua kakimu.

Apa yang kau inginkan ? Perempuan kurus berambut panjang ? Aih... Bahkan kau berkuasa atas diriku, sehingga aku rela melakukan hal yang aku benci. Diet. Seperti 4 tahun lalu. Memainkan tali dan menggerakkan tubuhku, seperti aku adalah boneka. Tapi kali ini kau mencencangku lebih erat dengan kata - kata surgamu.

Lalu kali itu, tiba - tiba kau muncul di hadapanku. Seberapa dekat Tangerang dan Semarang ? Secepat kilat kau hadir begitu saja. Membuatku gagu nyaris bisu. Dan kau pasti tidak melihat, ada kembang api meletup - letup di atas kepalaku.

Tapi tetap saja, aku ini wanita. Kau lupa ? Kami ini makhluk peka . Ada perasaan lain menyeruak masuk kedalam hatiku. Membuatku tercekat, membisu. Caramu berbicara, caramu memandangku, membuat seluruh kepercayaan diriku runtuh. Aku duduk di hadapanmu seperti orang bodoh. Tapi aku belum menyerah.

Sepulangmu, ku pinggirkan harga diri dan egoku. Aku yang kekanakan ini terus bertanya padamu tentang bagaimana selanjutnya hubungan ini. Menyebalkan ya? Itukah yang membuatmu berkelit ? Membelokkan setiap pertanyaan ? Aku pasrah. Di penghujung pembicaraan, kau berbalik menginterogasiku. Aku seperti gila.

Maaf, aku bohong soal aku berkata "bohong"

Kau tau ? Itu adalah sisa - sisa kekuatan terakhir yang bisa aku lalukan untuk mengakhiri permainanmu dan membuatmu menjauh. Seperti dugaanku, kau pergi begitu saja. Meninggalkan aku dengan kekecewaan baru. Aku tak ubahnya seperti boneka lama yang kau temuka di loteng rumahmu. Memainkannya lagi sebentar lalu membuangnya karena usang.
Terima kasih atas segalanya. Perasaan jatuh cinta yang singkat umurnya. Terima kasih untuk luka yang kau sembuhkan. Meskipun sekarang, kau malah meninggalkan lubang begitu besar dan menyesakkan.

Terima kasih telah memanfaatkan keadaanku. Aku terjatuh lagi, di lubang yang sama, yang kau gali 4 tahun yang lalu. Aku memang bodoh.

Maaf aku tidak cantik, tubuh ku tidak bisa kurus dan rambutku tidak bisa memanjang seketika kau ingin datang. Maaf aku cerewet terus menanyaimu tentang hubungan yang sebenarnya tidak pernah kau mulai. Maaf aku tidak meninggalkan kesan yang baik di pertemuan terakhir kita.

Sedikit yang ku ingin kau tau, lubang di hati ku ini, ketika ada yang menawarkan cinta dan mengulurkan tangannya untuk membebaskan aku dari kesendirian. Tiba - tiba saja semua lenyap tak berbekas, seperti terhisap kedalamnya lalu menghilang. Kau hebat sekali bisa membuatnya serupa lubang hitam di angkasa.

Aku tidak bisa merasakan apapun sekarang. Dingin, hening, sepi, sunyi, senyap dan gelap. Mungkin jatuh cinta padamu adalah yang terakhir untukku. Entahlah... Semoga saja tidak.

Dariku,

Korban PHPmu.

Komentar

  1. Jarang-jarang nemu surat puitis gini, hebat kak :)

    BalasHapus
  2. Woww....

    Korban PHP..

    Aku harap bukan kisah kamu yang sebenarnya.. TAPi kalau ini beneran kisahmu, may you find other man that never put you on friend zone.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. That's my true story ... :D amin thank you ...

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban