Ingin Dapat Surat Cinta


Kekasihku,
Yang masih kelabu.

Sedang apa sekarang ?

Aku tidak tahu cara Tuhan mempertemukan kita kelak. Yang pasti, aku terus berdoa agar kita lekas berjumpa. Ada pesan rindu yang ku sisipkan pada setiap permohonan yang ku panjatkan.

Hai laki - laki yang nantinya akan berusaha memahamiku, maaf mungkin aku tak secantik kekasih teman - temanmu. Tapi ibuku menghadiahkanku hati yang kuat sehingga dapat menjaga hatimu. Maaf juga kalau aku mungkin akan tertawa berlebihan, kemudian menangis tersedu - sedu, lalu marah berapi - api. Karena hanya padamu ku tumpahkan isi kepala dan hatiku, sebab aku tak mampu menampakkannya pada dunia.

Pria tampan yang sabar ku tunggu kedatangannya, tidak mengapa kalau kau tidak romantis dan payah dalam merayu. Tapi hanya satu yang ku inginkan, kirimi lah aku sepucuk saja surat cinta untuk menceritakan apa saja yang ada dalam hatimu.

Dalam suratmu, kau boleh marah, sebal, atau berkeluh kesah ketika kau tak sanggup menghadapiku. Tapi tolong, jangan lupa untuk tetap memanggilku 'sayang' ya? Meskipun hanya satu paragraf aku akan menghargainya.

Mungkin aku naif dan kekanakan, tapi tolong lakukan lah. Karena aku ingin merasa berdebar - debar saat membacanya. Jika kau menulisnya dengan penuh cinta, aku pasti membalasnya. Perlu kau tahu, aku ini yang paling romantis di antara teman - temanku.

Laki - laki yang masih Tuhan perbaiki, maaf jika surat pertamaku bukan untukmu. Tangan dan pikiran ini tak hentinya menumpahkan imajinasi. Bahkan aku sekarang punya wadah untuk menampungnya di #30HariMenulisSuratCinta ini.

Terima kasih seandainya nanti kau dapat sangat pengertian membaca surat - surat yang ku posting di blogku. Meskipun nanti kau akan tertawa, tersenyum kecil, mengomel, membaca setiap kalimat yang ku ukir.

Untukmu calon priaku, aku akan sabar meski harus menunggu sedikit lama. Aku sadar, banyak kurang yang harus ku perbaiki, banyak celah yang harus ku tutup, banyak salah yang harus ku betulkan, dan banyak pemikiran yang harus ku matangkan.

Sehingga nanti ketika kita akhirnya bersua, aku sudah dapat bersikap manis dan menjaga perasaanmu. Agar kau tidak kecewa dan yakin menggenggamku sebagai keputusan terakhirmu.

Sayang, ketika kau sudah siap, membuka hatimu untukku, segeralah datang, karena kaupun pasti tahu, menunggu lama itu tidak menyenangkan.

Terima kasih telah memperbaiki dirimu sebelum di hadapkan padaku.

Dariku,

Yang selalu merindukanmu.

Komentar

  1. Tiap hari jadi keterusan baca suratnya nih :)

    BalasHapus
  2. Tulisanmu pun lebih bagus kak ... Yg hapuslah air matamu, lupakan mimpi - mimpinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban